BARRU, BKM — Herlina( 37) berteriak histeris menyaksikan ibunya Hj Hannisa (59) nekad gantung diri dibawah balok kayu dengan kondisi leher terlilit jilbab biru muda. Setelah memegang tubuh korban yang sudah kaku. Lina hanya bisa pasrah melihat ibu kandungnya mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.
Korban Hannisa diperkirakan gantung diri sekitar pukul 21.30 Wita, Selasa (10/9) di dalam kamar belakang rumah lantai atas di lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang Kecamatan Barru Kabupaten Barru.
Sebelum kejadian, cucu korban Ade Febrianti (17 ), naik ke lantai dua rumah untuk menenangkan adiknya yang masih berumur delapan bulan karena menangis. Ade menidurkan adiknya yang terus menangis.
Saat itulah datang Hj Hanisa meminta Ade turun membawa adiknya ke lantai bawah. Ade pun turun ke bawah membawa adiknya dan hanya berselang 30 menit Ade kembali naik lagi bersama bapaknya Arman untuk mengambil cucian yang akan dijemur di bawah rumah.
Usai menjemur pakaian, Ade kembali naik ke rumah dengan membawa adiknya untuk dimasukkan ke ayunan didalam kamar ibunya. Ade tak menaruh curiga meski melihat kamar korban tertutup gorden.
Cucu korban hanya mengira neneknya tertidur. Tapi saat Herlina datang justru mendapati korban dalam keadaan tergantung dengan kain jilbab berwarna biru yang terlilit pada tali yang menggantung pada balok yang melintang dibawah atap rumah.
Melihat Ibunya sudah dalam kondisi kaku. Herlina memotong kain jilbab dan membaringkan ibunya di lantai sambil teriak dan meminta tolong. Para tetanggapun berdatangan di tempat kejadian dan menghubungi Polres Barru.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Padongko. Namun saat tiba di Puskemas dr Reni menyatakan korban telah meninggal dunia.
Menurut anak kandung korban, Herlina Ibunya mengalami depresi dan sering berhalusinasi dan berbicara sendiri. “Makanya diperkirakan korban mengakhiri hidupnya karena kondisi depresi yang dialami,” ujar Herlina dengan nada sedih.
Kini, jenazah korban disemayamkan di rumah duka.
Kasubag Humas Polres Barru AKP Sainuddin yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini.
“Berdasarkan keterangan pihak keluarga bahwa korban gantung diri karena mengalami depresi dan dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Padongko, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkas Sainuddin (udi/C)
Nenek Gantung Diri Gegara Depresi
×

