pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Halte BRT Kian Memprihatinkan

MAKASSAR, BKM — Kondisi halte Bus Rapid Transit (BRT) Mamminasata semakin memprihatinkan. Terlebih dari tujuh koridor awal yang dilayani moda angkutan umum ini, kini tersisa dua yang beroperasi.

Tak hanya terbengkalai, beberapa BRT terpaksa harus dibongkar karena proyek perbaikan jalan dan pedestarian.
Hingga saat ini, sudah ada dua halte yang dibongkar di Jalan Sultan Alauddin, Kabupaten Gowa.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Pahlevi Yusuf, mengatakan, dua halte yang dibongkar tersebut akan dipindahkan. Rencananya akan dibuka jalur baru ke arah Jalan Hertasning Makassar hingga Jalan HM Yasin Limpo, Gowa.
“Kemarin sudah dua unit halte sudah dibongkar karena ada proyek perbaikan trotoar di dekat perbatasan. Kita simpan di Kantor Dishub Gowa, sementara kita cari lokasi untuk pemindahannya,” kata Pahlevi, Rabu (25/9).
Sekretaris Dishub Sulsel ini menyebutkan selain dua halte yang telah dibongkar, tak menutup kemungkinan halte lain juga akan dipindahkan. Terlebih koridor VII (Palangga-Takalar) sudah tak dioperasikan Perum Damri.
Selama ini kata Pahlevi, BRT sudah ada yang beroperasi khusus angkutan kampus ke UIN Alauddin dan Unhas Teknik. Pihaknya sendiri sudah mengusulkan sejak lama dibukanya koridor baru ke arah Pattalassang.
“Sementara itu usulan saya tapi tetap kita lakukan kajian. Saya baru bahas bersama bidang teknis ini. Kalau ada anggaran di APBD perubahan akan segera kita pasang kembali,” jelasnya.
Terkait pembukaan rute baru ke arah Pattalassang, pihak Dishub Sulsel akan berkoordinasi dengan Perum Damri Makassar. Sebab, Dishub Sulsel hanya sebagai penyedia halte sementara operasional BRT sepenuhnya menjadi tanggung jawab Damri.
Sementara itu, General Manager Perum Damri Makassar, M Ilyas, mengakui, sudah ada lima koridor yang ditutup. Kelimanya adalah Koridor II (Mall ke Mall), Koridor IV (Daya-Maros), Koridor V (Untia – Baeng-baeng), Koridor VI (Tanjung – Barombong- Takalar), Koridor VII (Pallangga – Takalar).
“Yang beroperasi sisa Koridor I (Bandara – Riburane /RRI) dan Koridor III (Sudiang – Pallangga). Kalau Bandara itu masih lumayan banyak, apalagi murah. Dari Bandara ke RRI hanya 27 ribu, kalau yang lain biayanya diatas 100 ribu,” katanya.
Ilyas mengatakan pihaknya baru akan membuka koridor ini, jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merealisasikan janji (subsidi) operasional BRT Mamminasata. (rhm)



×


Halte BRT Kian Memprihatinkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar