MAKASSAR, BKM–Pascademonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa Selasa (24/9) lalu di Makassar, menyisakan salah satu dampak buruk bagi pemerintah Kota Makassar.
Sekitar 300 pot RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, hancur akibat aksi para mahasiswa. Olehnya, pihak DLH pun berencana untuk mengganti semua pot yang rusak.
Pot tanaman milik DLH yang membentang dari Jalan AP Pettarani hingga Jalan Urip Sumoharjo tampak hanya menyisakan puing-puing saja. Beberapa bagiannya terpecah hingga tak bisa difungsikan lagi.
Kepala DLH, Andi Iskandar pun belum mengetahui jelas perihal kerusakan. Ia hanya menduga jika pot itu hancur akibat ulah mahasiswa dan juga aparat kepolisian yang berjaga di sekitar area demonstrasi.
Iskandar mengatakan, beberapa pot kemungkinan terkena lemparan benda seperti batu, ada yang terbentur oleh benda tumpul, hingga sengaja dijatuhkan. Namun Iskandar tak bisa menyalahkan siapapun karena baginya itulah dampak dari sebuah demonstrasi yang berujung bentrokan.
Olehnya, DLH berencana untuk kembali membeli pot tanaman sesuai jumlah yang telah hancur tersebut. Hal ini dikatakan Iskandar karena area jalan itu tampak amat gersang jika tidak diperadakan pot yang berisikan tanaman.
“Ada sekitar 300 pot yang rusak. Habis semua, yang di Pettarani dan Urip. Terpaksa kita ganti karena gersang sekali disitu itu kalau tidak ada pohon-pohon,” kata Iskandar.
Untuk anggaran biayanya, Iskandar belum merincikan totalnya. Hanya saja ia berencana akan segera mengganti pot-pot tersebut sebelum memasuki tahun baru 2020. Tepatnya, dikatakan Iskandar akan dilakukan saat musim hujan tiba.
“Mudah-mudahan tahun ini kita akan lakukan pembelian pot. Tapi tenang-tenang pi dulu, masuk pi musim hujan,” katanya.(nug)
Pascademo, 300 Pot Milik DLH Hancur
×

