SEPULUH tahun sudah PT Unilever Indonesia, Tbk melalui produknya Pepsodent melakukan kolaborasi dengan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) dan AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia). Kolaborasi yang dilakukan dalam bentuk kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN).
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, BKGN digelar diberbagai wilayah di Indonesia. Untuk tahun 2019 ini, Pespodent berkolaborasi dengan 24 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan 40 cabang PDGI. Termasuk di antaranya FKG Universitas Hasanuddin Makassar serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Kandea Makassar.
Selain melakukan pemeriksaan gigi dan mulut, pada kegiatan BKGN ini juga dilakukan sikat gigi bersama sekitar 100 anak sekolah dasar menggunakan sikat dan pasta gigi Pepsodent. Mereka diajari cara menggosok gigi yang baik dan benar. Seperti cara menyikat gigi bagian depan dan belakang. Juga bagian atas dan bawah.
Menyikat gigi tidak perlu keras-keras karena akan menyebabkan bagian luar gigi atau enamel terkikis dan gigi jadi sensitif. Jangan menyikat gigi dengan gerakan lurus dalam waktu lama. Karena akan menyebabkan kerusakan gigi yang permanen. Cukuplah sampai tiga menit.
Sembilan tahun penyelenggaraan sebelumnya, telah ada 250.000 masyarakat yang merasakan manfaat BKGN. Sedangkan di BKGN 2019 yang berlangsung selama empat bulan atau dari September hingga Desember 2019, jumlah masyarakat yang akan menerima manfaat ditargetkan mencapai 64.000 orang.
Drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Unilever Indonesia Foundation, menuturkan, pada BKGN 2019 ini Pepsodent menginisiasi gerakan Indonesia Tersenyum yang mengajak semua orang, khususnya masyarakat kota Makassar dan sekitarnya menjadi Pahlawan Senyum guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.
”Kami ajak masyarakat Makassar untuk berpartisipasi, sehingga kita dapat bersama-sama membuat Indonesia Tersenyum dengan lebih sehat,” kata drg Mirah.
Bagi Ratu Mirah Afifah, gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Terbukti, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, sebanyak 88,8 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan, permasalahan ini juga dialami 92,6 persen anak Indonesia berumur 5 tahun. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Mengingat, kondisi gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen dimasa mendatang.
Melihat masih dibutuhkannya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara konsisten, di BKGN tahun ini Pepsodent memulai gerakan Indonesia Tersenyum untuk membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang. ”Dalam gerakan ini, tentunya kami merangkul kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk masyarakat Makassar,” kata drg Mirah.
Keprihatinan terhadap masih banyaknya jumlah masyarakat terkhusus anak-anak di Sulawesi Selatan yang mengalami kerusakan gigi, juga dilontarkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas), drg M Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM (K).
Ruslin mengatakan, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi. Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Riskesdas 2018 menunjukkan baru 8,8 persen masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat. Yaitu dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur. Meski masih tergolong rendah, namun angka ini adalah yang tertinggi secara nasional. Selain itu, ternyata 95,5 persen masyarakat Sulawesi Selatan tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi. Dengan demikian, BKGN 2019 Makassar menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan baik merawat kesehatan gigi dan mulut. Minimal melakukan pemeriksaan gigi secara. Berkala, yaitu setiap enam bulan sekali di RSGM maupun di tempat perawatan gigi dan mulut yang sah.
Penyebab kerusakan gigi sebenarnya bukan lagi karena banyaknya mengonsumsi makanan yang manis-manis. Misalnya gula-gula atau kue yang manis. Tapi bisa juga karena mengonsumsi makanan tradisional yang begitu disukai masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu kapurung.
Menurut Ruslin, kapurung itu mengandung asam yang tinggi. Asam inilah yang jadi pemicu kerusakan gigi. ”Suatu kebiasaan kita setelah mengosumsi makanan seperti kapurung ini adalah minum minuman yang manis. Padahal seharusnya yang diminum adalah air putih biasa untuk menetralisir asam yang ada dalam mulut. Setelah itu lakukanlah gosok gigi untuk menghilangkan zat asam yang mungkin masih menempel di gigi maupun celah-celah gigi. Jadi jangan sangka makanan tradisional seperti kapurung ini tidak bisa merusak gigi lo,” ujar Ruslin mengingatkan.
Bahaya atau dampak yang ditimbulkan dari kerusakan gigi juga disampaikan Dr dr H Baso, MKes. Dikatakan, kerusakan gigi secara tidak langsung telah menjadi salah satu faktor penyebab masih tingginya angka stunting di Sulawesi Selatan. Seorang perempuan yang sedang hamil dan mengalami kerusakan gigi, sangat rentan melahirkan anak yang stunting.
Karena ketika gigi mengalami kerusakan, maka nafsu makan juga berkurang. Saat nafsu makan berkurang, otomatis asupan gizi juga pasti minim. Padahal, ketika seorang bayi dalam kandungan hingga masa awal kelahiran, membutuhkan asupan gizi yang cukup. Sehingga ketika standar itu tidak terpenuhi, maka stunting pun mengancam.
Stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
Permasalahan kesehatan gigi menjadi tantangan cukup besar. Terutama bagaimana mendorong masyarakat untuk rajin bersentuhan dengan dokter gigi.
Dalam mendukung gerakan Indonesia Tersenyum yang salah satunya dilaksanakan melalui BKGN 2019, Pepsodent percaya bahwa setiap orang dapat menjadi Pahlawan Senyum dengan caranya masing-masing. Mulai dari tenaga medis gigi, mahasiswa fakultas kedokteran gigi, orangtua, guru di sekolah, bahkan anak-anak, memiliki peran penting untuk melindungi senyum keluarga Indonesia, kapanpun dan dimanapun.
”Pasta gigi Pepsodent sudah sangat bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut. Biasakanlah untuk menggosok gigi dua kali sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur,” tegas Ruslin. (amiruddin nur)
Awas! Gigi Rusak, Senyum Pepsodent Hilang, Stunting Mengancam
×

