pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Yayasan Maros Hasilkan Bawang Merah Organik

MAROS, BKM — Baru sekitar tiga bulan setelah berdirinya, Yayasan Mandai Agro Semesta atau Yayasan Maros melakukan panen bawang merah organik. Bawang ini ditanam di kawasan seluas satu hektare di kawasan Maccopa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
”Ini adalah gawe perdana kami dalam gerakan organik,” tutur Nasa, mantan Manajer Koperasi Mahasiswa Unhas dari Yayasan Maros, saat ditemui di Telaga Maccopa yang dikelola Yayasan Maros.
Yayasan Maros saat ini mengonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan, pelatihan dan pendampingan bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan bawang merah organik. ”Saat ini kami panen perdana sekitar 200 kilogram lebih bebas pestisida dan pupuk kimia. Produk ini sementara kami banderol diharga Rp30 ribu per kilogram,” katanya sembari berpromosi tentang manfaat bawang tanpa pestisida dan bahan kimia.
Ke depannya, kata Naja, pihaknya akan melaksanakan berbagai workshop tentang pertanian, perikanan, pertambakan, dan perkebunan organik bagi kaum millenial. Selain aktivitas ini, Yayasan Maros juga akan melaksanakan wisata edukasi bidang pertanian.
Selain aktivitas ini, Yayasan Maros juga akan melaksanakan wisata edukasi bidang pertanian. ”Kami akan kerjasama dengan dinas pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mengedukasi anak-anak kita mengenal pertanian dari hulu sampai hilir,” terang Syafaruddin Ahmad, Ketua Yayasan Maros.
Lebih jauh alumni HMI dari jurusan Komunikasi Universitas Hasanuddin, mengemukakan, di kawasan inilah akan membangun kemitraan dengan sekolah dan pemerintah desa se Sulawesi Selatan. Bahkan, pihaknya akan menggandeng seluruh instansi pemerintah menjalankan visi dan misi Yayasan Maros.
”Kami dapat memberikan pelatihan bagi anak sekolah mulai dari TK sampai SMA, komunitas dan masyarakat umum,” tutur Agus Susianto yang merupakan tenaga ahli Yayasan Maros.
Dikatakan, yayasan ini bisa memberikan pelatihan mulai dari membuat pupuk organik, mengatasi berkembangnya hama tanpa pestisida maupun membuat tanaman-tanaman alternatif, seperti aqua culture, verti culture, termasuk hidroponik dan lain-lain.
”Kami mengajak semua pihak yang berorientasi ke pangan non kimia serta mengedukasi generasi millenial untuk membangun masa depan untuk tetap ramah lingkungan,” pungkas Syafar. (rls)



×


Yayasan Maros Hasilkan Bawang Merah Organik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar