MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar, meminta ke Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan persiapan menghadapi musim penghujan serta ancaman banjir dan genangan air.
Adapun yang mesti diperhatiakan adalah aktif turun melakukan pemantauan dan perbaikan drainase sejumlah kecamatan. Saluran air atau drainase buruk seperti tersumbat, tertutup dan rusak harus segera diperbaiki. Sehingga pada saat musim penghujan, air dapat mengalir dengan lancar ke sungai atau laut.
“Jadi tidak membuat wilayah banjir atau genangan air berjam-jam. Seperti kota-kota lainnya, setiap musim hujan terjadi genangan air langsung surut. Makassar harus seperti itu,” sebut Fasruddin Rusli, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan, Kamis (14/11).
Anggaran pemeliharaan drainase atau infrastruktur yang melekat di Dinas PU Kota Makassar, lanjut Acil, sapaan akrabnya, harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Manfaatnya harus terlihat dan dirasakan bagi masyarakat. Salah satu dengan menghilangkan keresahan masyarakat pada banjir dan genangan air yang berlarut-larut.
“Anggarannya cukup besar di Dinas PU Kota Makassar, tapi saya tidak hafal berapa besarannya. Datanya juga mesti saya cari lagi. Tapi anggarannya itu buat semua pembangunan termasuk pemeliharaan drainase. Tetapi baru-baru ini saya lihat realisasi anggarannya sudah di atas 50 persen. Kami harapkan akhir tahun realisasinya tinggi,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dikantongi Acil, masih banyak kecamatan di Kota Makassar rawan genangan air dan banjir. Dan wilayah kecamatan itu ada di Kecamatan Manggala, Kecamatan Biringkanayya, Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Makassar.
“Inikan belum masuk musim hujan, tapi hujan kemarin-kemarin, sudah membuat sebagian masyarakat resah. Mereka sudah mengeluh wilayahnya tergenang air cukup tinggi dan lama surut. Persoalan seperti itu harus ditangani segera dinas PU,” lanjutnya.
Diapun berharap satuan tugas (satgas) drainase dari Dinas PU Kota Makassar dimaksimalkan dalam bekerja. Mulai disebar di wilayah-wilayak melakukan pengerukan sedimentasi hingga perbaikan saluran airnya.
“Jalan yang baru di aspal juga mesti diperhatikan. Di mana hujan serta genangan bisa merusak ketahanan aspal jalan yang baru dikerja. Disayangkan jika ada jalanan baru diperbaiki, pas musim hujan langsung rusak,” tutupnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Makassar yang juga sekaligus Plt Kepala Dinas PU Kota Makassar, Muh Ansar, mengatakan, untuk tahun ini memang tidak ada anggaran khusus penanggulangan banjir. Pihaknya hanya akan menggunakan dana APBD dalam proses perbaikan drainase dan saluran-saluran air.
Alasannya karena di APBD lalu, Dinas PU telah memetakan titik-titik mana saja yang berpotensi terjadi banjir atau genangan. Sehingga hal itu sudah direncanakan dan dianggarkan.
“Tidak ada anggaran khusus. Anggaran APBD saja yang ada di PU, itu kita gunakan,” tegasnya.
Ansar menambahkan, total anggaran yang digunakan dalam penanggulangan banjir ini mencapai Rp15 miliar. Semua dana itupun sudah direalisasikan ke pembangunan drainase yang ada di Makassar.
“Pokoknya semua masalah drainase sekitar Rp15 miliar. Tapi sudah semua itu. Karena tugas pokoknya PU memang. Walaupun tak ada hujan, kita sudah benahi drainase sejak awal tahun ini,” ungkapnya.
Saat ini, Dinas PU dikatakan Ansar mulai fokus ke pembenahan saluran air sekunder dan tersier. Walaupun Ansar tak mengetahui detail pembenahannya, namun ia mengatakan pembenahan saluran ini dilakukan hampir di setiap wilayah di Makassar.
“Saluran sekunder dan tersier itu kita fokusi. Tidak hapal persis dimana letaknya, tapi seluruh makassar lah. Kalau ada karung-karung di pinggir jalan untuk saluran air, itu mi,” ungkap Ansar.(arf-nug)
Dinas PU Diminta Antisipasi Banjir
×

