pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Atap Rumah Jabatannya Rubuh, Bupati Mamuju Bersyukur

MAMUJU, BKM — Atap bangunan aula rumah jabatan bupati Mamuju (Sapota) yang roboh pada Jumat pagi (15/11), mendapat reaksi mengejutkan dari Bupati Mamuju, Habsi Wahid, meski telah marak diperbincangkan di media sosial, ia justru terlihat tetap santai dan tenang.
Bahkan, Habsi menanggapi ringan atas insiden yang terjadi di area kediamannya. Mantan sekretaris kabupaten (Sekkab) selama 11 tahun ini justru bersyukur. Karena kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Padahal, menurutnya, lokasi yang kerap dijadikan tempat kegiatan zikir bersama tersebut sangat sering digunakan anggota Satpol PP yang bertugas jaga untuk beristirahat selepas jaga malam.
Dari keterangannya kepada wartawan yang ingin mendengar tanggapan Bupati Habsi yang baru pulang dari aktivitas olahraga tenis, Sabtu (16/11) mengaku mendapat kabar atas kejadian itu melalui whatsapp di HP nya dari keluarga yang berada di rumah. Karena diwaktu kejadian sekitar pukul sembilan pagi, bupati telah berada di kantor untuk memimpin sebuah rapat.
Bangunan tersebut saat ini telah mendapat garis polisi. Selanjutnya akan dievaluasi secara teknis oleh tim teknis dari PU untuk selanjutnya akan menjadi dasar pertimbangan kepada bupati atas kelayakan rumah jabatan yang diperkirakan mulai dibangun sejak tahun 2005 dan difungsikan sejak tahun 2012 silam.
”Kalau nanti hasil kajiannya mengatakan harus diamankan sementara, ya tentu saya dan keluarga akan pindah sementara ke rumah pribadi. Tapi kalau hasilnya mengatakan aman ya kita pasti masih akan tinggal,” kata Habsi Wahid.
Awaluddin Latief, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Mamuju yang terlihat bersama tiga orang staf teknis PU telah mulai melakukan kajian teknis. Ia mengatakan, untuk memulai tugasnya dilakukan pengukuran terhadap bangunan secara keseluruhan. Sehingga nanti akan diperoleh data tentang kelayakan rumah jabatan tersebut untuk tetap didiami.
Dan tidak kalah penting, kata dia, dari hasil kajian itu nantinya akan dapat dipetakan jumlah kerugian maupun langkah teknis untuk memperbaiki bangunan tersebut. Dalam penjelasannya ia secara pribadi menilai masih ada kaitan antara rentetan peristiwa gempa yang terjadi di Palu dan beberapa gempa yang lain setelahnya terhadap kondisi aula Sapota.
”Sedikit banyak pasti ada pengaruh. Tapi itu masih analisa saya. Hasilnya nanti secara teknis pasti kami sampaikan,” kata pria berkacamata ini.
Untuk diketahui, sesaat setelah kejadian, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal dan memberikan garis polisi terhadap bangunan yang berada sekitar 50 meter dari bangunan utama Rujab Sapota. (alaluddin)



×


Atap Rumah Jabatannya Rubuh, Bupati Mamuju Bersyukur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar