MAROS, BKM — Menteri Pertanian Republik Indonedia, Syahrul Yasin Limpo, menyempatkan diri bertemu dengan ratusan peneliti pertanian seluruh Indonesia dalam kegiatan penguatan manajemen Badan Litbang Pertanian dan sosialisasi program-program strategis di Balitjas, Kabupaten Maros, Selasa sore (26/11).
Secara khusus, menteri pertanian meminta seluruh peneliti pertanian di Indonesia untuk bekerja sama, dan menjadi jajaran yang terdepan untuk pengembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia.
Pertanian, kata mantan gubernur Sulsel dua periode ini, harus menjadi lebih optimal. Karena dari pertanianlah, negara memberi makan rakyatnya. Ketahanan pangan yang cukup, tentu bisa membuat warga tenang.
”Karena itu, saya meminta kepada seluruh peneliti dari Aceh sampai Merauke yang bisa hadir saat ini untuk kerja sama. Bantu saya, agar Tuhan tidak menyesal menjadikan saya sebagai menteri pertanian. Waktu lima tahun ini harus diisi dengan lebih serius, lebih cepat, lebih fokus, lebih energi dari yang lalu. Makanya, saya minta bantuan dari peneliti-peneliti untuk bisa menghasilkan sesuatu yang produktif,” jelasnya.
Dia menjelaskan, kesejahteraan rakyat itu bisa diukur dari hasil pertaniannya. Jika pertanian berhasil tentu rakyat sejahtera. Apalagi dengan penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta. Tentu pemerintah harus bekerja keras untuk berfikir mereka harus mau dikasih makan apa.
”Pertanian akan diperkuat dengan hadirnya bupati, camat hingga ketingkat desa. Karena untuk menghadirkan rakyat yang makin sejahtera, bukan hanya ditingkat menteri. Tapi semuanya harus terlibat,” jelasnya.
Sementara Kepala Badan Litbang Pertanian, Fajri Jufri, menuturkan, pertemuan kali ini merupakan arahan menteri pertanian untuk menyatukan gerak langkah Balitbang Pertanian, untuk mengsukseskan menuju pertanian maju dan moderen. Di kesempatan tersebut, sedikitnya ada 65 unit kerja di Balitbang yang dilibatkan. (ari/mir/c)
Kementan Kumpulkan Peneliti Pertanian di Balitjas
×

