KONSEP yang ditawarkan Meed Food Container terhadap produk kulinernya terbilang unik dan langsung mendapat tempat di hati masyarakat. Dipasarkan di media sosial dan dari mulut ke mulut, dengan metode self service atau melayani diri sendiri, konsep itu dinilai sangat unik.
Laporan: RAHMA AMRI
“Kami memang menawarkan konsep berbeda dalam menikmati produk kuliner kami. Kami berusaha tonjolkan kesan hommy. Kami hanya menyiapkan bahan, peralatan masak dan makan, konsumen yang mengolah sendiri,” jelas Denny alias Edo.
Untuk area Makassar, produk makanan jenis barbeque seperti Yakiniku yang ditawarkan Edo terbilang cepat terkenal.
Baik dikalangan ibu-ibu arisan, pejabat, bahkan mahasiswa.
Seperti pekan lalu, salah seorang pejabat di Makassar sengaja mengorder sekitar 100 paket yakiniku.
Satu paket yakiniku ditawarkan seharga sekitar Rp90 ribuan dan bisa disantap sekitar tiga hingga empat orang.
Selain konsep self service, Meed Food Container juga tetap menawarkan layanan diolah dan dimasakkan sesuai keinginan pelanggan di lokasi dipilih.
Untuk layanan tersebut, ada sekitar lima karyawan yang stand bye untuk melayani para pelanggan.
Untuk satu kali orderan, pelanggan bisa memesan minimal 5 pax dan maksimal 20 pax.
Di era 4.0 ini, Edo mengaku semakin mudah dalam memasarkan produk yang ditawarkan. Karena hanya bermodalkan kuota internet, promosi produk bisa diteruskan melalui media sosial. Baik facebook, instagram, whatsup, dan media sosial lainnya.
Untuk pelanggan yang ingin mengolah dan memasak sendiri pesanannya, Meed Food Container siap mensuplay segala perlengkapan dan bahan yang dibutuhkan. Nanti setelah selesai digunakan, semua peralatan yang sudah dipinjamkan akan diambil di lokasi yang telah ditentukan.
Khusus untuk acara tutup tahun atau jelang tahun baru 2020 mendatang, Edo mengaku orderan dari pelanggan sudah penuh. Pemesanan bervariasi, 20 hingga 50 pax.
“Dari bulan kemarin (Oktober) sudah full. Kami sudah tutup orderan untuk Tahun Baru,” tandasnya.
Lelaki plontos ini tiga bulan terakhir fokus menekuni usaha kuliner masakan masakan korea. Tepatnya Korean Barbeque yakni Yakiniku.
Makanan ini memang asalnya dari Korea. Tapi lebih populer di Jepang sehingga banyak yang menganggap jika jenis makanan tersebut asalnya dari negeri matahari terbit tersebut.
Apalagi Yakiniku adalah istilah yang berasal dari bahasa Jepang. Merupakan daging yang dipanggang atau dibakar di atas api. Dalam arti luas, yakiniku juga mencakup berbagai masakan daging hingga jeroan yang dipanggang, seperti bistik, panggang daging domba (jingisukan), dan barbeque.
Dia mengaku, dibanding restoran barbeque yang ada di Makassar, harga yang ditawarkan cukup ramah. Tidak sampai merogoh kantong terlalu dalam.
“Yah bisalah dijangkau untuk berbagai kalangan. Termasuk skala mahasiswa yang ingin bikin acara barbeque dengan teman-temannya. Bisa juga untuk arisan, dan lainnya,” tambah Edo.
Untuk menjalankan usaha ini, lanjut dia, modalmya tidak terlalu banyak. Namun dia enggan untuk membeberkan modal awal dalam merintis usaha tersebut.
Diapun tidak sekaligus membeli peralatan masak dan peralatan makannya.
“Saya beli bertahap. Awalnya dua set, kemudian tiga, dan seterusnya hingga saat ini saya sudah punya sekitar 25 set alat bakar dan makan,” tambahnya. (*)

