pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Korupsi Bukan hanya Soal Struktural

Peringatan hari anti korupsi biasanya diwarnai aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan atas tindakan yang merugikan bangsa dan negara yang dapat merusak seluruh sendi kehidupan. “Korupsi adalah penyakit yang menular karena lemahnya sistem kekebalan tubuh”. Siapa saja bisa terserang penyakit ini karena situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Pemberantasan korupsi tidak sekedar intrupsi di forum-forum atau di jalanan dengan cara demonstrasi. Kenyataanya setiap lembaga atau instansi baik, swasta ataupun milik negara hampir tidak bisa bersih dari tindakan KKN. Alasanya, bisa karena sisitem yang lemah atau mental yang rusak daripada penyelenggara negara.

Lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuka mata publik betapa rumitnya penyelesaian tindak pidana korupsi. Perilaku pemimpin dan para pelayan publik telah ternodai dengan tindakan-tindakan KKN, berubah dari tugas mulia (pelayan masyarakat), menjadi tidakan merugikan banyak orang (mencuri uang rakyat). KPK Sebagai lembaga yang menangani tindakan korupsi kadang berhadapan dengan lembaga negara lainnya.

Korupsi bukan sekedar masalah “struktur” tapi juga sudah menjadi masalah sosial yang hampir menjangkit semua sektor kehidupan masyarakat. Olehnya itu peneyelesaiannya tidak sekedar tindakan hukum untuk memberikan efek jerah dari para pelakunyanya, tapi juga harus persoalan “kultur” untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi bagian dari pelaku ketika mendapatka posisi di struktur.

Sebuah kisa; seorang anak kecil yang kira-kira umurnya 5 tahun dipukul oleh ibunya karena mencuri uang 1000 rupiah, sampai tangannya berdarah. Terjadilah perbedaan perlakuaan dan sikap dalam keluarga kecil itu, ada yang sampai memarahi ibu sang anak atas tindakan itu, yang mengagap persoalan ini sepeleh yang berakibat fatal pada anak kecil. Ada juga yang mengucilkan (bombek) ibu sang anak atas tindakannya.

Pada saat makan malam, sang anak murung dan tidak mau makan, merasa diperlakukan seperti itu dan hampir semua isi rumah menyalahkan sang ibu. “Anggapannya persoalan kecil, dan dianggap masih anak-anak”. Sang kakek tiba-tiba angkat bicara ; ini bukan soal uang 1000 rupiah, tapi dia (anak) telah mencuri dan ibunya ingin mengajarkannya tetang pentingnya (kultur) dan tindakan tidak baik bagi dirinya karena perbuatan seperti itu kalau tidak dicegah akan menjadi karakter”. Barulah suasana makan malam itu berubah yang tadinya menegangkan,…dan memahami akan pentingnya pendidikan sejak dini dalam keluarga.

Mencegah tindakn korupsi bukan sekedar pada objek masalah, juga mesti harus dimulai dari akar masalah. Memulainya bisa dari mendidik kelurga, dan sekolah harus mempersiapkan generasi jujur, displin dan bertanggungjawab. Dengan cara itu kita telah mencicil penyelesaian (KKN) yang menjadi persaoalan bangsa dan negara.

Tapi rinduki seng “demonstrasi” paling tidak sebagai warning untuk memperkecil nominalnya dan mencegah massifikasi diberbagai lembaga publik”



×


Korupsi Bukan hanya Soal Struktural

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar