MAMASA, BKM — Sejak memasuki bulan Desember, warga Kabupaten Mamasa mulai mengalami kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram. Bahan bakar utama masyarakat Mamasa ini sangat langka dijumpai di pasaran. Kalau pun ada dijual, harganya sangat mahal.
”Memasuki bulan Desember 2019, elpiji tiga kilogram sudah tidak ada dijual ditingkat pengecer. Kalau pun ada dijual di pengecer, harganya berkisar Rp30 ribu per tabung. Kondisi ini betul-betul sangat menyulitkan kami sebagai ibu rumahtangga. Apalagi menjelang perayaan Natal. Dimana, kebutuhan elpiji untuk memasak akan makin meningkat,” kata Arruan Manik, salah seorang ibu rumahtangga, ketika ditemui di Mamasa, akhir pekan lalu.
Ibu paruh baya ini mengatakan, sebelum memasuki bulan Desember, elpiji tiga kilogram masih terlihat diperjualbelikan di pengecer. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya tabung elpiji kosongnya.
Salah seorang warga Mamasa yang minta namanya tidak ditulis, mengatakan, sebenarnya elpiji isi tiga kilogram di Mamasa, tidak langka. Setiap hari masuk. Tapi tidak tahu, kenapa bisa elpijinya tidak kelihatan baik di pengecer maupun pangkalan.
”Kami sebagai warga tentu merasa heran. Apalagi saat ini kami sangat membutuhkannya. Jelang perayaan Natal tentu banyak pemakaian. Takutnya kalau ada pangkalang yang tampung baru dijual ke pengecer. Jadi ada kerjasama pangkalan dengan pengecer. Tapi ini hanya asumsi. Kami sebagai warga mengharapkan pihak terkait turun ke lapangan memantau kondisi ini. Sebab, bagaimana pun elpiji ini merupakan kebutuhan primer masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik pangkalan berinisial AK, ketika ditemui BKM, mengatakan, sebenarnya elpiji tiga kilogram di Mamasa tidak langka. Tapi dalam penyaluran ada mekanismenya.
”Yang dilayani pangkalan adalah masyarakat yang memiliki kupon pembagian elpiji. Jadi kalau tidak ada kupon, pasti tidak terlayani. Soal harga elpiji normal saja Rp18 ribu. Jika ada yang jual Rp25 ribu sampai Rp27 ribu, jelas itu bukan pangkalan. Tapi pengecer. Kami pangkalan melayani masyarakat berdasarkan standar pemerintah,” ungkap AK. (dar/mir/c)
Masuki Desember, Elpiji Langka di Mamasa
Arruan: Ini Betul-betul Sangat Menyulitkan Kami
×

