GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berkomitmen dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik melalui berbagai program. Terobosan ini sekarang sudah dinikmati masyarakat Gowa.
Untuk mewujudkan Gowa sebagai kabupaten pendidikan, salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin kemitraan dengan Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach melalui program pengembangan Pusat Belajar Guru (PBG) sebagai sasaran pengembangan kualitas guru di Gowa.
”Pengembangan PBG ini bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas, kompetensi para guru yang ada dengan menyediakan akses pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan dan terjangkau dari segi waktu, jarak dan waktu,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri serah terima berkelanjutan pengembangan Pusat Belajar Guru di Baruga Tinggimae, kompleks rujab bupati Gowa, Kamis (12/12).
Serah terima berkelanjutan ini ditandai penyerahan sertifikat PSF-SDO untuk Pusat Belajar Guru Gowa serta sertifikat bagi 41 guru inti yang selama setahun dalam pembinaan managemen PSF-SDO.
Selain bertujuan memberikan manfaat bagi seluruh guru pada jenjang PAUD/TK, SD dan SMP yang berada di Gowa, yang paling penting dari program adalah memilih guru-guru yang potensial untuk menjadi guru inti dan pengelola PBG.
Adnan juga mengungkapkan, para guru inti tersebut dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menganalisa kebutuhan pengembangan guru, merancang modul pelatihan dan kemampuan menjadi narasumber yang efektif.
Selama rentang waktu tiga tahun sejak 2017 lalu, program PBG Gowa telah melaksanakan sebanyak 61 kali pelatihan dan telah memiliki 41 guru inti yang terdiri dari 10 pengelola PBG dan 31 guru inti. Program pengembangan ini telah mengimbas kepada 1.500 guru yang berada di beberapa kecamatan.
Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Mardy, mengatakan, pusat belajar guru merupakan program unggulan yang dirancang oleh Putera Sampoerna Faundation School untuk menjawab tantangan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
”Kesenjangan yang muncul antara pendidikan di berbagai daerah mendorong kami untuk membuat sebuah program berkelanjutan yang bertujuan pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan,” kata Elan.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Gowa, Salam, menjelaskan, PBG di Gowa adalah PBG pertama di luar Pulau Jawa. Keberadaaan PBG di Gowa ini melengkapi beberaoa gelar kepeloporan Gowa dibidang pendidikan.
Sebelumnya, Gowa telah dikenal sebagai pelopor pendidikan gratis di Sulsel, Gowa juga menggelontorkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan serta Imtaq Indonesia dan beberapa program pendidikan lainnya. Sejak Juli 2018 PBG Gowa telah membuka 61 kelas diklat dan sejumlah even pendidikan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.133 orang. (sar/mir)
41 Guru Inti Gowa Bersertifikat PSF-SDO
×

