ENREKANG, BKM — Bupati Enrekang H Muslimin Bando meresmikan jalur pendakian Desa Pepandungan Puncak Rante Mario Via Gunung Pokapinjan, Minggu (5/1).
Jalur baru tersebut merupakan kado awal tahun bagi para petualang untuk mengeksplorasi Gunung Latimojong sebagai gunung tertinggi di Sulsel dan Seven Summit of Indonesia.
Peresmian dihadiri 500 orang. Komunitas lokal menyambut suka cita peresmian jalur baru tersebut dengan memotong satu ekor sapi, menyiapkan ratusan ikan emas, menyuguhkan masakan ketan pulu mandoti makanan khas Enrekang dan pernah memecahkan rekor Muri dan ketan pulu pinjan serta berbagai makanan tradisional Desa Pepandungan.
Peresmian diawali dengan penyampaian selayang pandang destinasi wisata Mandoti oleh Jamaluddin Jahid Haneng, mahasiswa doktoral Universitas Angers, Prancis dan Universitas Udayana Bali yang sedang melakukan penelitian disertasi.
Menurut Jamal Kabupaten Enrekang 85 persen wilayahnya memiliki kemiringan lereng 40. Artinya memiliki limitasi lahan untuk pengembangan kawasan budidaya sehingga sangat rentan terhadap ancaman ekologi berupa longsor, banjir dan krisis air akibat alih fungsi kawasan hutan lindung menjadi lahan pertanian yang terjadi setiap tahun.
Sektor pertanian menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian penduduk dan sumber pendapatan asli daerah maka Enrekang telah diskenario dari prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Lahan pertanian tak bisa lagi mono fungsi (hanya menunggu hasil dari apa yang ditanam) melainkan harus multi fungsi (mengolah,menanam,menyiram,dan memetik) menjadi daya tarik wisatawan.
Bupati Enrekang H Muslimin Bando mengapresiasi inovasi Pemdes Pepandungan memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membuka jalur pendakian ke Gunung Latimojong.
(her/C)

