TAKALAR, BKM — Rencana pembangunan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang dipusatkan di Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar, dalam waktu dekat akan dibebaskan lahannya oleh Pemerintah Kabupaten Takalar. Rencana ini pun mulai mengundang pro-kontra di masyarakat.
Pro kontra mulai terlihat setelah dua kelompok masyarakat saat ini berseberangan terkait rencana pembangunan kawasan berikat nusantara. Kedua kelompok tersebut bergantian menggelar aksi unjuk rasa
Diketahui, kelompok yang tidak menginginkan KBN berdiri di Kecamatan Mangngarabombang adalah Mahasiswa Pejuang Rakyat (MPR). Sedangkan kelompok yang menginginkan KBN berdiri di Kecamatan Mangngarabombang adalah Koalisi Masyarakat Mangngarabombang.
”Kami menolak dengan keras rencana pembangunan kawasan berikat nusantara. Karena kami yakin, pembangunan KBN tersebut bukan solusi untuk mensejahterakan masyarakat Mangngarabombang,” kata jenderal lapangan aksi MPR, Muhammad Saidina, beberapa hari lalu.
Sehari setelah komunitas mahasiswa pejuang rakyat (MPR) turun aksi melakukan penolakan, kelompok pro pembangunan KBN juga turun ke jalan menggelar aksi agar pembangunan KBN segera dilanjutkan Pemkab Takalar.
Aksi demo dari kelompok pro pembangunan kawasan berikat nusantara berlangsung selama dua hari didepan kantor bupati Takalar mendapat pengawalan dari jajaran kepolisian resort (Polres) Takalar.
” Kami warga Mangngarabombang mendukung penuh langkah Pemkab Takalar untuk membangun kawasan industri di Kecamatan Mangngarabombang demi kesejahteraan masyarakat,” kata koordinator aksi, Amin Syam. (ira/mir/c)
Pro-Kontra Rencana Pembangunan KBN di Takalar
×

