PERJUANGAN seorang ayah tidak bisa diukur oleh apapun. Meski letih, ia tidak akan menampakkan di wajah anaknya. Berkeliling mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya adalah tujuan utama. Berjuang dan berdoa menjadi landasannya. Kalimat ini adalah bentuk perjuangan hidup dari seorang Dhani, yang setiap hari berkeliling menawarkan jasa penukaran uang sobek.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Menjadi orang tua tunggal, pria berusia 38 tahun itu, mengajak putrinya berkeliling Kota Makassar, Maros dan Gowa hanya untuk bekerja. Usai salat subuh Dhani menyiapkan sarapan untuk anak semata wayangnya, setelah itu memulai beraktifitas seperti biasa.
Pria berkaca mata ini kepada penulis mengaku, sudah terbiasa membawa putrinya ikut bersama menawarkan jasa penukaran uang sobek di jalan. Tidak peduli panas dan hujan, asal bersama puterinya dia lebih merasa nyaman.
Tidak heran jika di jalan sering dipandangi oleh pengendara yang lalu lalang. Karena menempel contoh uang di depan motor miliknya.
“Saya tidak butuh dikasihani, yang penting saya bisa bekerja iklhas dan terus berdoa. Bisa makan dan bayar kebutuhan lain itu sudah cukup,” katanya.
Mengenakan kalung batu, ia-pun mengaku, setiap hari ada-ada saja rezeki yang didapatkannya.”Alhamdulillah setiap hari ada saja rezeki untuk anak saya. Saya tidak minta-minta tapi kadang ada yang lewat kasih uang ke anakku,” ungkapnya saat ditemui di Jalan Andi Djemma (eks Jalan Landak Baru), kemarin.
Sebelum menawari jasa penukaran uang sobek, ternyata Dhani sempat melamar di perusahaan swasta namun tidak diterima karena statusnya hanya tamatan SMA. Hingga akhirnya ia mulai belajar cara menservis Hanphone, namun tidak lama ditekuninya karena pendapatannya menjadi sevis handphone tidak menentu.
“Tidak lama hanya berapa bulan saja karena tidak jelas penghasilannya. Dulu juga saya jualan ikan keliling tapi pernah dihipnotis uang saya dibawah kabur Rp5 juta. Saya trauma, modal juga habis,” bebernya.
Berhenti menekuni pekerjaan sebagai tukang servis Hp dan pedagang ikan, Dhani akhirnya memutuskan menjadi kolektor uang kuno. Berbekal hobi mengumpulkan uang-uang kuno dari 20 lebih negara. Tidak hanya membeli uang kuno, Dani juga melayani penukaran uang sobek.
Ditanya soal keutungan dari usahanya tersebut, Dhani hanya menjawab tidak mungkin ia menjalani pekerjaan tersebut selama 10 tahun jika pekerjaan tersebut tidak menghasilkan.
“Tidak mungkinlah saya kerja selama 10 tahun sambil hidupi anakku kalau bukan kerja begini. Biar tidak menentu begini yang penting ada untuk makan dan bayar kos-kosan itu sudah syukur,” katanya.
Walaupun sering dipandang remeh karena dirinya menekuni usaha tersebut, namun Dhani merasa itu jauh lebih baik ketimbang harus bekerja dibawah kaki orang lain dan memperkaya orang lain. Menurutnya, dirinya berusahauntuk mencari uang.
“Saya merasa lebih puas kalau kerja dari keringat sendiri tanpa harus dari perintah orang lain. Kita mencari uang itu hanya menghidupi kebutuhan saja di bumi, tapi yang kita kejar itu akhirat,”tuturnya. (ita)

