pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Cuaca Panas karena Udara Basah Berkurang

MAKASSAR, BKM–Beberapa hari terakhir ini, warga Kota Makassar dan Kabupaten Gowa mengeluhkan udara panas hingga menyengat di kulit. Apalagi, sudah sepekan lalu hujan tidak turun, padahal masih dalam musim penghujan.
Menurut Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rekun Matandung, kepada BKM, Selasa (28/1), cuaca menyengatdikarenakan aliran massa udara basah yang melewati Makassar berkurang. Namun hari ini, Rabu (29/1) diperkirakan akan turun hujan.”Memang cuaca sangat panas, padahal harusnya hujan. Hal ini karena dinamika atmosfer yang cenderung berubah-ubah,” katanya.
Ia menambahkan, secara dinamis di wilayah Sulsel aliran massa udara basah yang biasanya terjadi pada musim hujan lebih berkurang. Massa udara basah yang dibawa oleh angin monsun biasanya cukup banyak dan sangat signifikan. Namun itu tidak terjadi dalam beberapa hari belakangan.
“Kalau lihat dari musimnya harusnya masuk musim hujan. Untuk beberapa hari ini massa udara basahnya semakin berkurang. Maka dari itu, kenapa cuacanya agak panas,” jelas Rere sapaannya.
Hujan sendiri, ujar Rere, diperkirakan akan mulai turun kembali pada hari ini. Intensitas hujan diperkirakan dalam kapasitas ringan hingga sedang.
Sementara pada 30 Januari nanti, hujan diperkirakan telah rutin turun. Hujan rutin ini diperkirakan akan terjadi hingga awal Februari dengan intensitas sedang hingga deras.
“Hujan akan datang kembali mulai terjadi besok (hari ini) tapi intensitas ringan hingga sedang. Nanti tanggal 30 hingga awal februari hujannya mulai intens kembali. Mulai 30 intensitasnya sedang ke lebat,” katanya.
Kondisi ini bukan hanya terjadi di Makassar saja. Melainkan di beberapa daerah di Sulsel, khususnya pesisir bagian barat. Meliputi dari Pinrang, Pare-Pare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, hingga Takalar.
Berbeda dengan wilayah Sulsel yang berada di pesisir timur, Rere mengatakan saat ini wilayah di sana masih mengalami hujan lokal.
Musim hujan diperkirakan baru akan berakhir antara Maret dan April. Untuk intensitasnya, BMKG belum bisa memprediksi karena kondisi awan yang masih bisa berubah.
“Musim hujan berakhirnya Maret atau April. Hanya kita lihat perkembangan kondisinya nanti seperti apa. Kondisi ini juga terjadi di pesisir barat,” ungkapnya.(nug)




×


Cuaca Panas karena Udara Basah Berkurang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar