pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rezeki dan Hobby Didapatkan Dhani Dijalan

Dhani, Habiskan Waktu Tawarkan Penukaran Uang Sobek (2-Habis)

SEMENJAK menghidupi anaknya seorang diri, rezeki Dhani terus mengalir. Setiap hari pria berusia 38 tahun ini menghabiskan waktunya di jalan dengan melayani penukaran uang sobek, rusak, hilang separuh dan uang mahar kuno. Bagi sebagian orang, bisnis seperti ini bisa dikata kurang familiar.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Kepada penulis, Dhani mengaku sudah 10 tahun menekuni usaha tersebut. Menurutnya, mencari rezeki di jalan bukan berarti prospeknya suram. Buktinya dari usaha yang ditekuni, dirinya mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang cukup lumayan Rp100 sampai 300 ribu per hari. Uang yang diperolehnya, untuk biaya makan setiap hari bersama putri satu satunya serta menambung untuk membayar uang kos setiap bulan.
“Saya bersyukur rezeki yang saya dapat setiap harinya. Uang itu untuk biaya makan, memenuhi kebutuhan anak ku satu satunya serta menabung membayar sewa kos. Makanya saya tidak ada libur. Sementara anak saya, saya titip ditemanku,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Dhani juga merasa sangat terbantu ketika jasanya dibutuhkan untuk mencari mahar pernikahan seperti mahar uang kuno. Barulah jasanya dibayar hingga puluhan juta. Uang itulah yang ia kumpulkan untuk sekolah anaknya tahun depan.
“Biasa ada orang mencari uang kuno untuk mahar nikah seperti satu sen. Saya biasa dapat untung besar Rp1 juta sampai Rp5 juta. Uang itu untuk anakku mau sekolah tahun depan. Uang kuno tersebut saya pasarkan ji juga di online Facebook, sambil keluar menyusuri jalan-jalan,” tuturnya.
Model usaha Dhani ini bisa dibilang sederhana jual-beli uang. Hanya bermodal iklan di motornya mengelilingi beberapa titik di kota Makassar, para pelanggan pun sudah tahu kemana Dhani biasa mangkal untuk menawarkan jasanya.
“Ada ji pelangganku kalau dia ambil nomor ku atau dapat di facebook. Jika dia hubungi saya yang jemput bola. Tapi kalau jauh, saya suruh datang di tempat mangkulku,” ujarnya.
Untuk mau bekerja yang lain, Dhani belum berfikir ke arah itu. Sebab menekuni pekerjaannya sebagai penukar uang sobek sudah terbiasa. “Tidak mau cari kerja lain. Saya sudah senang begini, sudah cukup bisa hidup begini, kita senang anakku juga senang, tidak ada keinginan lain,”katanya.
Pria berkaca mata ini menambahkan, ia sudah terbiasa membawa putrinya ikut bersama menawarkan jasa penukaran uang sobek di jalan. Tidak peduli panas dan hujan, asal bersama puterinya dia lebih merasa nyaman.
Tidak heran jika di jalan sering dipandangi oleh pengendara yang lalu lalang. Karena menempel contoh uang di depan motor miliknya.
“Saya tidak butuh dikasihani, yang penting saya bisa bekerja iklhas dan terus berdoa. Bisa makan dan bayar kebutuhan lain itu sudah cukup,” katanya.
Mengenakan kalung batu, ia-pun mengaku, setiap hari ada-ada saja rezeki yang didapatkannya.”Alhamdulillah setiap hari ada saja rezeki untuk anak saya. Saya tidak minta-minta tapi kadang ada yang lewat kasih uang ke anakku,” ungkapnya.
Sebelum menawari jasa penukaran uang sobek, ternyata Dhani sempat melamar di perusahaan swasta namun tidak diterima karena statusnya hanya tamatan SMA. Hingga akhirnya ia mulai belajar cara menservis Hanphone, namun tidak lama ditekuninya karena pendapatannya menjadi sevis handphone tidak menentu.
“Tidak lama hanya berapa bulan saja karena tidak jelas penghasilannya. Dulu juga saya jualan ikan keliling tapi pernah dihipnotis uang saya dibawah kabur Rp5 juta. Saya trauma, modal juga habis,” bebernya.
Berhenti menekuni pekerjaan sebagai tukang servis Hp dan pedagang ikan, Dhani akhirnya memutuskan menjadi kolektor uang kuno. Berbekal hobi mengumpulkan uang-uang kuno dari 20 lebih negara. Tidak hanya membeli uang kuno, Dani juga melayani penukaran uang sobek. (*)



×


Rezeki dan Hobby Didapatkan Dhani Dijalan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar