MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar melalui Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melakukan kontrak atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kaikoukai untuk kerjasama tenaga medis di Jepang.
Direktur RS Regional Sulbar, dr Indahwati Nursyamsi, kepada BKM menyampaikan, menyikapi terhadap ketenagakerjaan medis yang dibutuhkan pihak Kaikoukai Jepang, maka Pemprov Sulbar melalui Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, melihat besar terhadap peluang ini. Sehingga dilakukan kerjasama dengan penandatanganan MoU pada saat itu.
Menurut dr Indahwati Nursyamsi saat ditemui di sela acara seminar internasional tentang peningkatan kualitas pelayanan bagi tenaga medis di aula kantor gubernur Sulbar, pada kamis (30/1), adanya kerjasama antara pihak Pemprov Sulbar dengan pihak Kaikoukai Jepang ini, dengan merekrut tenaga yang terampil untuk dilakukan kerjasama ketenagakerjaan medis nantinya di Jepang.
Direktur RS Regional Sulbar ini mengatakan, adanya respon dan kerjasama untuk perekrutan ketenaga kerjaan antara Pemerintah Provinsi Sulbar dan Kaikoukai Jepang untuk tenaga medis. ”Sebelumnya itu kita akan rekrut dan berikan pelatihan di Rumah Sakit Regional Sulbar, maka dari awal kita akan rekrut 150 orang ini. Dan itu dari sekian banyak yang akan direkrut awal tidak akan mungkin semuanya akan lolos. Karena persyaratannya adalah mengedepankan skill yang dimiliki tenaga kerja medis. Dan itu juga kita akan latih di Rumah Sakit Regional Sulbar ini,” papar dr Indahwati Nursyamsi.
Indahwati menyampaikan, tenaga kerja medis ini sebelumnya akan di berikan pelatihan yang akan berlangsung di Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar. Dan ini akan di berikan pelatihan kepada pihak tenaga medis kesehatan untuk dilatih. Selain itu, juga akan dikursuskan untuk bahasa Jepang.
Dijelaskan, nantinya mereka yang magang, sudah diberikan kesejahteraan gaji Rp13 juta bersih. Maka peran ketenagakerjaan untuk Kaikoukai Jepang ini, pihaknya sangatlah mendukung besar dan sangat merespon.
”Karena ini salah satu peluang besar terhadap generasi kita untuk tenaga medis yang diajak untuk mengarah pada tingkat kualitas,” papar dr Indahwati.
Disampaikan, para tenaga kerja yang sudah bekerja di sana nantinya, itu akan meningkatkan ilmunya juga. Dan itu akan memberi dampak positif terhadap tenaga kerja medis ini yang telah memiliki tingkat kepercayaan. Juga akan menambah tingkat kesejahteraan terhadap para tenaga kerja ini ketika dia sudah kembali ke Sulbar,” ujar dr Indahwati.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Dr Muhammad Idris, mengemukakan, seminar internasional caregiver ini berperan kepada peserta yang merupakan generasi muda terhadap dunia kesehatan yang akan magang ke Jepang.
”Maka pergunakan kesempatannya dalam perannya mendapatkan ilmu. Sehingga akan mampu mendapatkan hasil. Yakni peningkatan pada skill bagi generasi muda pada bidang kesehatan. Sehingga ada peningkatan pada jenjang pendidikan itu akan dinaikkan. Utamanya di Sulbar ini,” ungkap Dr Muhammad Idris. (alaluddin)

