pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Faisal Sebut Bupati Gowa Mampu Bedakan Posisi

GOWA, BKM–Pemilihan Bupati (Pilbup) Gowa selalu diindikasikan sebagai zona merah. Zona merah yang dimaksud adalah rentang dan rawan konflik. Bahkan Gowa dinilai sebagai daerah terpanas jika musim pemilihan kepala daerah berlangsung termasuk ketika pemilihan gubernur.
Ketua KPU Sulsel Faisal Amir malah menyebutnya adalah dinamika merah. Hal itu dikatakan Faisal saat menghadiri launching jingle, mascot dan cafe demokrasi mobile yang diluncurkan KPU Gowa di lapangan golf Padivalley Pattallassang, Sabtu (1/2).
Diakuinya Gowa penuh dinamika merah ketika berpilkada. Menurut Faisal, salah satu pemicunya karena orang Gowa adalah pemberani. Hal itu bercermin dari karakter pemberani Sultan Hasanuddin serta ulama besar Islam Syekh Yusuf dalam mengarungi peradaban Islam di masa lalu. Dari karakter dua pahlawan nasional Gowa inilah, militan-militan Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf lahir hingga di era kini.
“Sehingga inilah yang menginspirasi Pilkada di Gowa yang dinamis, namun semakin baik. Pilkada Gowa alami dinamika yang luar biasa. Tingkat kepercayaan publik semakin baik. Karena itu, saya mohon kepada bapak Bupati Gowa, saya titipkan Gowa untuk pelaksanaan Pilkadanya. Memang dinamika Pilkada Gowa masuk dinamika merah. Tapi itu semua tidak seperti yang kita bayangkan. Beberapa Pilkada di Gowa meski diprediksi ricuh namun akhirnya baik. Suatu kemajuan untuk Pilkada yang lebih baik,” kata Faisal Amir.
Faisal juga mengapresiasi Pemkab Gowa, dimana berani mengalokasi anggaran Pilkada puluhan miliar rupiah. Tapi karena terlalu berlebihan, maka separuh anggaran yang dialokasikan untuk Pilkada 2020 ini dikembalikan ke Pemkab.
” Iya dikembalikan sebagian karena berlebihan. Saya ingatkan kepada KPU Gowa, amanah bupati ini tolong dilaksanakan dengan baik. Karena pelaksanaan Pilkada bukan hanya pada kesuksesannya tapi juga karena partisipasi pemilih dan pengelolaan anggarannya baik,” kata Faisal lagi.
Satu yang membuat Faisal salut karena bupati tahu memposisikan diri, kapan sebagai bupati dan kapan sebagai calon. “Saya salut kepada Bupati Gowa sebab beliau tahu posisikan diri kapan dia sebagai bupati kapan dia sebagai calon,” jelasnya.
Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menjelaskan soal tagline yang menggunakan kata Porei Gowa. Tagline ini mengabungkan tagline 2019 sehingga menjadi ‘Pemilih Berdaulat, Negara Kuat, Porei Gowa’.
” Tagline ‘Porei Gowa’ kami adopsi dari bahasa Makassar dengan kata dasar ‘Pore’ yang dalam kamus bahasa Indonesia kata ‘Pore’ diartikan bijak, jagoan serta bisa berarti gagah atau perkasa serta hebat. Dalam konteks pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Porei Gowa ini kami harapkan terwujud dalam proses pemilihan yang akan melahirkan pemimpin yang terpilih secara jujur, adil, profesional, transparan dan akuntabel,” jelas Muhtar. (sar/rif)




×


Faisal Sebut Bupati Gowa Mampu Bedakan Posisi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar