JENEPONTO, BKM — Isak tangis keluarga iringi pemakaman ibu rumah tangga (IRT), Megawati (20), warga Bungungbaddo, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Ibu muda itu meninggal karena nekat melakukan bunuh diri, pada Senin (3/2). Ia menggantung dirinya di pasak rumahnya dengan menggunakan selendang, korban bertumpu pada kursi plastik.
Korban pertama ditemukan gantung diri oleh keponakannya bernama Nanna. Setelah itu, Nanna memanggil keluarganya. ”Alangkah kagetnya keluarga mendapati korban Megawati tergantung lehernya di pasak tiang ruang tamu,” jelas Kepala Lingkungan Bungungbaddo, Basir Rewa saat dihubungi di pekuburan umum yang tidak jauh dari dari rumah korban, Selasa (4/2).
Lanjut Basir mengatakan, korban dimakamkan karena keluarga menolak dilakukan otopsi dan mengiklaskan kepergian almarhumah Megawati untuk selamanya. ”Sedangkan pelaksanakan pemakaman korban bunuh diri, Megawati, situasi aman dan hikmad,” jelas Basir Rewa
Kabag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, mengatakan, karena keluarga tidak mau dilakukan otopsi terhadap pelaku bunuh diri. Dan itu adalah hak keluarga. Sehingga diperbolehan atau tidak dilarang untuk dilakukan pemakaman. (krk/mir/c)
Pemakaman IRT Gantung Diri Dipenuhi Isak Tangis Keluarga
×

