MAMUJU, BKM — Perekonomian Provinsi Sulbar ditahun 2019 berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp46,36 triliun atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp32,87 triliun.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statitistik (BPS) Perwakilan Sulbar, Winrizal dalam penjelasannya kepada wartawan, di aula BPS Perwakilan Sulbar, Rabu (5/2).
Dijelaskan, ekonomi Sulawesi Barat di 2019 tumbuh 5,66 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 12,54 persen. Sedangkan pada pengeluaran lembaga non profit yang melayani rumahtangga sebesar 8,69 persen.
Dalam data menunjukkan, pada triwulan IV tahun 2019 perekonomian tumbuh 4,16 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan. Sementara pada sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai pada komponen pengeluaran.
Masih menurut Winrizal, selama tahun 2019 perekonomian Sulbar tumbuh 5,56 persen. Pertumbuhan itu terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 12,54 persen dan diikuti pada jasa lainnya.
”Dengan mengacu pada pertumbuhan ekonomi Sulbar ditahun 2019 sebesar 5,66 persen, maka semua komponen PDRB pengeluaran, mengalami pertumbuhan positif. Sedangkan pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan nilai sebesar 6,04 persen serta Komponen Pengeluaran Rumah Tangga (PKRT) dan ekspor dengan nilai masing-masing 4,78 persen dan 4,03 persen, serta komponen Pengeluaran Kebutuhan Rumah Tangga 2,90 persen. Begitu pula pengeluaran konsumen pada konsumsi pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan sebesar 1,45 persen,” terang Winrizal. (alaluddin)

