BULUKUMBA, BKM — Pemilihan kepala desa (pilkades) Paenrelompoe, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba tinggal dua pekan lagi digelar. Namun, sebuah peristiwa miris terjadi di Dusun Bua, Desa Paenrelompoe.
Diduga karena beda pilihan dengan pemilik tanah, empat kepala keluarga (KK) harus menerima kenyataan pahit. Mereka harus memindahkan rumahnya secara paksa dari tanah yang selama ini ditempatinya. Mereka adalah Sanuddin, Sumrah, Ammeng, dan Ummareng. Keempatnya memindahkan rumah yang sudah bertahun-tahun dihuninya, setelah dibongkar paksa oleh tim salah satu calon kepala desa.
Sumrah (55), salah satu dari empat KK yang rumahnya terpaksa dibongkar, mengaku menjadi korban dari rangkaian pelaksanaan pilkades. Kepala Dusun Bua Ahmad Faisal, menjelaskan jika Sumrah menumpang membangun rumah panggung di atas tanah orang lain di lokasi tersebut. ”Pemilik tanah bernama Ikbal yang menyuruh membongkar,” ujarnya.
Ditambahkan Ahmad Faisal, dari keterangan perempuan Sumrah selaku pemilik rumah, kejadian berawal dari permasalahan mesin pompa air milik Naira. Kala itu Sumrah meminta tolong untuk mengalirkan airnya ke rumahnya.
”Namun, salah seorang warga lain bernama Salahuddin mengatakan jangan lewatkan pipa air (selang air) disamping rumah saya kalau kamu tidak pilih keluarga saya dalam pilkades ini. Jadi saya minta kita bongkar rumahta yang berada di lahan milik keluargaku,” terang Ahmad Faisal menirukan penjelasan Sumrah.
Sumrah yang sudah memiliki cakades pilihan, tidak mau mengikuti pemintaan pemilik tanah, walaupun konsekuensinya harus membongkar rumahnya.
“Pemilik tanah marah karena Sumrah tidak ingin memenuhi permintaanya untuk ikut memilih calon kepala desa pilihannya,” terang Ahmad Faisal.
Dia menyampaikan, pemilik tanah menginginkan sumpah ikut memilih cakade pilihannya.
Pengakuan dari pemilik lokasi bernama Alwi, ia tidak tahu menahu pembongkaran rumah warga sebanyak empat KK. ”Betul saya bersaudara dengan Daud Muhammad, cakades nomor urut 2. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan pemilihan kades,” cetusnya.
Memang, kata dia, kabar yang beredar di luar bahwa akan ada pembongkaran rumah oleh pemilik lokasi. Dia menyampaikan kepada Sumrah bahwa kalau tetap pada dukungannya, maka rumahnya segera dibongkar. ”Tapi semua itu hanya tuduhan, Pak,” kata Alwi.
Cakades nomor urut 2 Daud Muhammad yang dikonfirmasi, mengaku tidak tahu menahu persoalan tersebut. ”Tolong jangan hubungkan dengan politik,” imbuhnya. (min/c)
Beda Calon di Pilkades, Empat Rumah Dibongkar
×

