MAKASSAR, BKM –Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemutusan aliran listrik terhadap 70-an lods di Pasar Sentral atau di dalam gedung New Makassar Mall.
Pemutusan aliran listrik tersebut karena pedagang tak sanggup membayar tagihan listrik yang cukup besar.
Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Basdir, membenarkan hal itu. Menurutnya, pemutusan aliran listrik tersebut dilakukan PLN sejak pekan lalu.
“Iya saya dapat laporan jika pedagang yang berjualan di lantai basement diputus aliran listriknya oleh PLN,” ungkap Basdir saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/2).
Dia merinci, dari 490 petak lods yang ada di areal basement, yang aktif digunakan untuk berjualan sekitar 175 lods. Namun yang diputus alirannya sekitar 70 lods, khusus di area lods basah.
Basdir menambahkan, selama ini, kapasitas listrik yang disiapkan PLN di area tersebut memang sangat besar. Akibatnya, biaya beban yang harus dibayar juga cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya akan segera bertemu dengan pihak PLN untuk berkoordinasi dan meminta agar kapasitas listrik yang terpasang di sana diturunkan.
“Mereka (pedagang) tidak mampu bayar listrik. Solusinya, kami akan fasilitasi dan meminta PLN agar menyambung listrik dengan kapasitas yang lebih rendah,” jelasnya.
Basdir yang baru menjabat sebagai Dirut PD Pasar Makassar Raya sekitar dua minggu itu, mengaku, sebelumnya ada subsidi dari PT Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) sebagai pihak developer New Makassar Mall dalam pembayaran listrik di sana.Namun, sejauh ini, masih akan memperjelas mekanismenya.
“Apakah mereka (pedagang) langsung membayar ataukah pihak pengelola yang bayar langsung tagihan listrik, atau bagaimana, kami akan perjelas dulu,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengakui, belum mengetahui secara jelas persoalan listrik di Pasar Sentral. Ia akan mengonfirmasi terlebih dahulu ke stakeholder terkait, apakah informasi itu betul.”Saya mau tahu dulu masalahnya, saya coba cek dulu apa masalahnya,” singkat Iqbal. (rhm)

