SOPPENG, BKM — Pelepasan peserta KKLP dan PKL STIE STMIK Lamappapoleonro Soppeng digelar di Pelataran Kantor Bupati Soppeng, Senin (2/3). Mahasiswa yang mengikuti KKLP sebanyak 193 akan disebar di toga kecamatan yaitu Kecamatan Lalabata, Donri-Donri dan Kecamatan Marioriawa. Durasi waktu KKLP yaitu selama dua bulan tergitung sejak 2 Maret- 2 Mei 2020.
Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM, Drs Muhammad Arif Dimas, M.Si melepas secara resmi mahasiswa KKLP dan PKL STIE STMIK Lamappapoleonro Soppeng mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang tekun dalam menjalani proses perkuliahan sehingga dapat menjalani program KKLP yang merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai dan dilakukan oleh setiap PT di Indonesia.
Perguruan tinggi selain melahirkan pemuda dan pelajar juga harus memiliki semangat yang tinggi, berintegritas serta memiliki pemikiran yang handal, mandiri dan inovatif agar dapat menjawab tantangan pada era revolusi industri
”PT Lamappapoleonro akan berengkarnasi menjadi universitas. Ini semua adalah kerja keras dari Ketua Yayasan Lamappapolenro, Dr Hj Andi Adawiah, SE., MM telah tekun dalam melakukan tugas dan membimbing PT Lamappapoleonro sehingga kita akan memiliki label universitas,”ujarnya.
Oleh karena itu, kita optimis pada hari ini, pada saat berada di Kelurahan dan Desa, bergaullah dengan Pendamping Desa karena Pendamping Desa memiliki tugas dalam mengantar masyarakat dalam hal perencanaan dan pemanfaatan potensi Desa dan melibatkan masyarakat dalam pemeliharaan desa. (ono/C)
193 Mahasiswa KKLP-PKL Dilepas
×

