pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sekprov Sulbar Support Pengembangan Hutan Getah Pinus di Kabupaten Mamasa

MAMUJU, BKM — Pengembangan hutan getah pinus di Provinsi Sulbar khususnya di Kabupaten Mamasa, saat ini masih kurang. Untuk itu, kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar, Ir H Fahruddin MSi, pihaknya akan melakukan pengembangan kawasan hutan pinus di kawasan Tanjung Silopo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
”Selain pengembangan kawasan hutan pinus, di Provinsi Sulbar ini juga akan  dilakukan pengeloaan industri getah pinus ini,” kata Fahruddin.
Pembangunan industri getah pinus ini diamini Effendi Tios, Direktur Utama PT Kencana Hijau Bina Lestari. Dikatakan, perusahaannya telah memprogramkan pengembangan pabrik getah pinus.
”Jadi kami akan lakukan perjanjian kerjasama dengan koperasi yang ada di Sulbar. Proses pabrik getah pinus akan mulai dilakukan pada tahun 2020 ini. Pabrik ini nantinya membutuhkan bahan baku getah pinus hingga ribuan ton per hari. Kami tentu berharap kebutuhan getah pinus dapat tertutupi dari petani pinus di daerah ini. Jika tidak, tentu kami akan lakukan kerjasama juga dengan beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulsel, seperti Tana Toraja, Sinjai, Maros, Gowa, dan Enrekang, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pabrik nantinya di Polman,” kata Effendi Tios kepada BKM di sela acara sosialisasi pembangunan pabrik getah pinus  yang berlangsung di Hotel D’Maleo Mamuju,  Kamis (53).
Effendi mengatakan, untuk keberhasilan dwn kelancaran proses produksi pabrik getah pinus tersebut, pihaknya berharap ada dukungan lahan hutan pada tanaman pinus untuk bisa dikembangkan di Sulbar.
”Untuk tahap perampungan pembangunan gedung pabrik akan dilakukan secepatnya. Karena pengoperasian pada mesin pengelolaan getah pinus dijadualkan dibulan Mei atau setelah lebaran Idul Fitri. Hanya saja, kendala kami sekarang adalah mesin ini masih ada di China. Begitu pula dengan tenaga teknis yang akan memasang mesin ini ada tenaga ahli dari China. Tenaga teknis tersebut pada saat sekarang tidak bisa masuk ke Indonesia,” tutur Efendi.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Dr Muh Idris, mengatakan, pihaknya sangat merespon terhadap adanya program pengembangan getah pinus di Sulbar. Apalagi pabriknya sudah terbangun di Polman.
Untuk pengembangan hutan pinus yang ada di Kabupaten Mamasa masih minim. Setiap bulannya, kata Muh Idris, petani getah pinus di Kabupaten Mamasa hanya mampu memproduksi 5.000 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan pabrik mencapai 20 ribu ton per bulan. Jadi masih ada kekurangan sekitar 15 ibu ton per bulan
”Kami merespon dan mengharapkan program yang dikembangkan PT Kencana Hijau Bina Lestari bisa berjalan baik. Kawasan hutan di Kabupaten Mamasa ada 23.600 hektare. Untuk itu agar dilakukan pendataan kawasan hutan industri dan kawasan lindung. Sehingga kita akan mengetahui lahan yang akan ditanami pohon pinus tersebut,” ujar Sekprov. (alaluddin)




×


Sekprov Sulbar Support Pengembangan Hutan Getah Pinus di Kabupaten Mamasa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar