MAKASSAR, BKM–Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Basri, menjamin kelancaran pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Bahkan persiapan teknisnya sudah mencapai 98 persen.
Bukan hanya di daerah perkotaan, UNBK dijaminnya akan lancar hingga ke remote area.
Remote area atau daerah terpencil di Sulsel terdapat di beberapa wilayah. Mulai dari di pegunungan hingga di pesisir bahkan di pulau-pulau.
Di remote area, kata Basri, pihaknya sudah mengantisipasi, sehingga para siswa yang berada di remote area tidak perlu lagi pergi ke sekolah yang berada di kota kabupaten hanya demi mengikuti UNBK.
Sekolah-sekolah di remote area kini sudah lengkapi dengan komputer, diesel, dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) untuk mendukung sinyal jaringan saat UNBK berlangsung.
“Jadi sekolah-sekolah yang ada di remot area, di gunung, di pulau itu tidak ada lagi yang datang ke ibu kota kabupaten mengikuti UNBK. Jadi kita sudah lengkapi Seperti di Seko sudah ada komputernya, ada dieselnya, sudah ada VSAT-nya. Begitu juga yang ada di Pangkep, Selayar, dan Toraja,” jelas Basri, kemarin.
Saat ini, pihak Dinas Pendidikan juga tengah menyiapkan teknisinya untuk UNBK. Sejak bulan lalu beberapa orang sudah ikut dalam pelatihan. Bulan lalu itu diharapkan yang dilatih bisa melakukan persiapan teknis di sekolah.
“Sebelumnya juga kita sudah rapat dengan dinas kab/kota sebagai penyelenggara, kita rapat dengan cabang dinas, dan musyawarah kepala-kepala sekolah (MKKS). Jumat lalu saya kumpulkan semua kepsek SMA negeri sekitar 300an orang. Kita minta juga ke cabang dinas untuk melakukan hal serupa, minta semua kepala SMA swasta termasuk madrasah aliyah dan pesantren dikumpulkan seperti ini,” paparnya.
Basri juga menekankan dan meminta kepada para sekolah ini untuk mengantisipasi adanya kendala seperti pemadaman maupun jaringan terputus.
Di pihak dinas provinsi sendiri, Basri sudah menyurati PLN akan hal ini. Ia juga dikatakannya telah bekerjasama dengan telkom dalam penyediaan jaringan, bahkan sampai di remote area.
“Kita harapkan bahwa itu juga harus diperhatikan oleh cabang dinas dan dinas kabupaten/kota untuk melalukan kegiatan serupa di ranting PLN. Telkom juga harus terlibat supaya terhindar dari gangguan signal, terutama di remot area,” ucap Basri.
Untuk persiapan simulasi, walaupun pihak pemerintah pusat telah melakukan simulasi ujian, namun Basri mengatakan telah meminta kepada kepala sekolah untuk melakukan simulasi lokal di tingkat SMA dan SMK. Tujuannya untuk melatih siswa dengan fokus mata pelajaran yang di UNBK-kan.
“Kalau saya lihat UNBK ini akan lebih maksimal karena kita melakukan jauh-jauh hari,” katanya.
Sementara jika ada kendala soal kebutuhan komputer, Basri mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi. Dipastikan, tidak ada lagi yang akan kekurangan komputer.
Saat pelaksanaan UNBK pertama pada 16 Maret ini yang dilakukan siswa SMK, jika terjadi kekurangan komputer, maka para siswa nantinya bisa menggunakan komputer yang treah disediakan di sekolah SMA. Begitupun sebaliknya saat pelaksanaan oleh siswa SMA.
“Minggu berikutnya SMP. Walaupun domainnya kabupaten/kota, tapi mereka bisa pinjam komputer di SMA dan SMK,” ucap Basri.
Rencananya UNBK tingkat SMK di Sulsel akan digelar 16-19 Maret 2020. Kemudian disusul UNBK tingkat SMA/MA pada 30 Maret-2 April 2020. Ujian itu akan diikuti total 133.384 siswa di Sulsel, dengan rincian SMA 73.895 siswa, MA 19.372 dan SMK 40.117 siswa.
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan mencatat ada 133.384 siswa tingkat SMA/SMK/MA di Sulsel yang akan mengikuti UNBK tahun ini. Pelaksanaannya pun dilakukan secara mandiri.
Data Disdik Sulsel, masih ada 37 SMA/SMK yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulsel sebelumnya tercatat sebagai sekolah remote area. Dimana pelaksanaan UNBK sebelumnya sekolah tersebut masih numpang ke sekolah lain karena keterbatasan fasilitas ujian seperti komputer hingga layanan internet.
Adapun sebaran sekolah remote area di 13 kabupaten/kota di Sulsel, diantaranya Kabupaten Luwu Utara (3 sekolah), Luwu Timur (1 sekolah), Tana Toraja (4 sekolah), Toraja Utara (2 sekolah), Luwu (2 sekolah), Enrekang (2 sekolah), Kabupaten Bone (2 sekolah).
Selanjutnya, Kabupaten Pangkep (11 sekolah), kemudian Kabupaten Sinjai, Gowa, dan Maros masing-masing 1 sekolah. Lalu Kabupaten Takalar (2 sekolah), dan Kepulauan Selayar (5 sekolah).
Lebih jauh, ujar Basri, meski pelaksanaan UNBK tahun ini menjadi pelaksanaannya yang terakhir, tambahan komputer untuk semua sekolah bisa dimanfaatkan untuk peningkatan proses belajar mengajar memanfaatkan teknologi. Pasalnya, Mendikbub mewacanakan UNBK tak lagi dilaksanakan tahun depan. “Padahal itukan (komputer) nanti bisa jadi sumber belajar. Jadi setelah kita cukupi komputer di sekolah, kalau pun itu UN tidak lagi dilakukan tiap tahun, itu dijadikan sumber belajar,” pungkas Basri.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Sabri menambahkan, sebanyak 1.500 unit komputer tambahan diadakan tahun ini. Ribuan unit itu akan disebar ke sekolah remote area.
“Untuk remote area yang lalu sudah hampir terpenuhi. Untuk tahun ini diadakan sekitar 1500 unit komputer,” jelas Sabri.(nug)

