MAKASSAR, BKM — Sensus online sudah mulai berjalan 15 Februari lalu. Nyaris selama sebulan dijadwalkan, masih sedikit masyarakat yang memanfaatkan waktu untuk melakukan sensus secara online itu.
Di Sulsel, tingkat partisipasi masyarakat paling rendah capaiannya ada di Kota Makassar. Dari target yang diharapkan sebesar 24 persen, hingga 10 Maret lalu, warga yang sudah melakukan sensus online baru sekitar 7 persen.
Berdasarkan data di BPS, sampai saat ini masih 5.000-an KK yang melakukan sensus secara online. Padahal ditargetkan bisa sampai 81 ribu KK.
Kepala BPS Kota Makassar, Ari Prihandini, mengatakan, salah satu penyebab masih rendahnya partisipasi warga dalam melakukan sensus karena banyak yang mengeluh jaringan lambat dan website susah dibuka.
“Aksesnya ke BPS gangguan jaringan itu ke servernya, sehingga harus berulang terus. Kalau sudah kayak gitu, dengan masyarakat Makassar yang notabene pada sibuk, itu di luar kewenangan kami lagi, jika masih rendah,” ungkap Ari.
Dia mengaku minggu lalu juga sudah digelar Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) di 15 kecamatan melibatkan lurah dan ormas. Tapi progresnya juga belum bagus.
“Sehingga beberapa hari lalu, kami mohon kepada Pak Wali Kota, kalau ada waktunya beliau untuk menyempatkan mengundang semua Kepala OPD di Makassar untuk hadir mengisis sensus untuk meningkatkan progres Kota Makassar,” tambah Ari.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Makassar berharap agar seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam mensukseskan sensus penduduk 2020. Pendataan yang valid sangat membantu pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini di tegaskan Iqbal Suhaeb saat hadir dalam pembukaan sensus penduduk online tahun 2020 yang di adakan BPS Kota Makassar di ruang sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (11/3).
“Untuk seluruh warga Makassar saya mohon untuk membantu pemerintah memberikan data yang akurat. Jawab dengan jujur ketika ada tim yang turun untuk mendata ulang demi kemajuan negeri ini. Dari data semua bisa di lakukan,” ungkap Iqbal.
Pencatatan data selain di lakukan secara manual juga di lakukan secara online. Dengan memanfaatkan teknologi semakin memudahkan warga untuk melakukan pelaporan data. Tinggal masuk di situsnya lalu lakukan pemuktahiran data.
“Gunakan smartphone nya agar data bapak/ibu bisa segera terverifikasi. Ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Data dokumen yang di butuhkan seperti no KTP, no KK, dan sebagainya tinggal di input lalu klik ok”,imbuhnya lagi.
Olehnya itu Penjabat Wali Kota Makassar menegaskan di hadapan seluruh peserta yang hadir bagi kecamatan dan kelurahan yang dapat mencapai target akan di berikan bonus.
“Peran aktif kecamatan dan kelurahan ini, jadi siapa saja yang dapat melakukan pemuktahiran data dan sesuai target maka akan di siapkan dana tambahan untuk wilayahnya sebagai bonus”,tegas Iqbal.
Sensus penduduk 2020 akan berakhir di bulan Maret 2020. Bagi warga yang belum melakukan sensus dapat log in di situs https://sensus.bps.go.id. (rhm)
Kota Makassar Capaian Sensus Online Terendah
×

