MENJAHIT bukan hanya sekedar keterampilan dalam mengoprasikan mesin jahit tetapi juga ketelitian, kesabaran dan yang penting adalah keterampilan dalam memotong bahan jahitan.
Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI MAHMUD
Menurut Eno dalam menjahit hal yang paling sulit adalah membotong bahan jahitan, karna jika terdapat kesalahan sedikit saja maka akan fatal akibatnya. Bisa saja jahitan yang dihasilkan kekecilan, kebesaran, kepanjangan atau kependekan.
Jika jahitan yang dihasikan kebesaran atau kepanjangan masih bisa diakali dengan mengulang kembali jahitan, tapi tidak dengan jahitan yang kekecilan dan kependekan, jika jahitan itu masih bisa diperbaiki.“Saya pernah beberapa mengganti bahan pelanggan saya karena bajunya tidak muat atau kekecilan,” katanya.
Bahkan kata Eno, jahitan yang paling susah adalah celana pria, karena memiliki kesulitas pada bagian kantong depan dan belakang. Olehnya itu, butuh banyak waktu menyelesaian tahap pertahap celana pelanggan.
Biasanya pesanan jahitan berasal dari keluarga,tetangga atau kenalan. Mengenai harga tergantung dari model, bahan dan kesulitan dalam menjahit. Harganya berkisar dari seratus sampai tiga ratus ribu rupiah.
Pesanan jahitan akan melonjak pada saat akan lebaran, pelanggan akan datang beberapa bulan sebelumnya untuk menghindari penolakan karna terlalu banyak pesanan “saya terpaksa menolak beberapa pelanggan karna jumlah pesanan yang menumpuk” tuturnya.
Kepada penulis, iya juga mengaku awal mulai bekerja sebagai tukang jahit karena diajak oleh rekannya. Dengan sabar dan suport dari keluarga, iya mulai membuat toko kecil di rumah kontrakannya dan disana iya bekerja sendiri.
Menurutnya, makin banyak tingkat kepuasan dari para pelanggan merupakan kepuasan tersendiri baginya. Sebab kalau pelanggan sudah senang akan jahitan, pasti pelanggan makin banyak.
Seperti saat ini, iya sudah tidak bisa lagi mengerjakan pesanan pelanggan dengan seorang diri, sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga agar pekerjaannya bisa selesai tepat waktu. Semua usaha akan membuahkan hasil itulah kata pepatah yang cocok untuk pria satu ini.
Dalam sehari iya bekerja mulai pukul 08.00 pagi sampai jam 10.00 malam. Iya juga mengaku bisa mendapat ke untungan perbulan Rp7 juta jika ada borongan jahitan. Dengan penghasilan itu iya menghidupi keluarganya dan membiyai kebutuhan hidupnya.
“Saya sudah sangat bersukur dengan penghasilan sebanyak itu. Yang terpenting bagi saya, keluarga saya sehat dan bahagia, itu sudah cukup menurut saya senang,”ungkap Eno.
Salah seorang pelanggannya bernama Aldi Sadri mengaku sangat puas akan hasil jahitan Eno. Katanya, jahitan Eno sangat rapi dan sesuai dengan ukuran yang iya inginkan.
“Saya sudah sangat sering mempercayakan di toko ini untuk menjahit pakaian saya, saya sangat suka cara jahitannya rapi,” ungkap Aldi.(*)

