MAMUJU, BKM –RSUD Mamuju menetapkan status siaga jika sewaktu-waktu terdapat laporan adanya indikasi warganya terpapar virus corona.
Bupati Mamuju H Habsi Wahid terus memantau setiap langkah bawahannya baik langsung maupun melalui grup whastApp dan menghimbau semua unit pelayanan menyiapkan sarana cuci tangan dan cairan anti septik meski dengan peralatan sederhana. Menurut Habsi, dengan melakukannya secara bersama meski melakukan kecil tapi setidaknya dapat meminimalisir potensi penyebaran covid-19.
Manajemen RSUD Mamuju juga telah mengambil langkah taktis dengan siaga penuh jika ada warga yang memiliki gejala virus corona dengan menyiapkan ruang khusus isolasi.
Kepala RSUD Mamuju dr Titin mengaku telah menyiapkan SOP khusus bagi pasien yang memiki gejala mirip virus corona utamanya memiki riwayat perjalanan dari luar negeri atau luar daerah yang terpapar Covid-19.
Pasien yang sebelumnya dalam status orang dalam pemantauan (ODP) jika gejalanya meningkat maka statusnya naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan segera dirujuk ke RS rujukan yang ditunjuk.
Meski ruang transit isolasi masih minim peralatan tapi pihak RSUD Mamuju telah membuat proposal yang ditujukan kepada Bupati untuk sesegera mungkin mengalokasikan pembelian alat medis habis pakai (AMHP) dan alat kesehatan pelindung diri serta alat teknis kesehatan lain seperti alat termal scan (pengukur suhu tubuh) sehingga ruang yang memuat tiga bangsal dapat benar-benar dimaksimalkan.
“Tadi pak Bupati sempat datang kesini (RSUD) dan sempat menanyakan soal proposal itu. Kami sudah masukkan,” terang dr.Titin. (ala/D)

