pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sekrov Sulbar : muh Idris antisipasi kemungkinan terburuk Siapkan Sdm tenaga medis diluar Sulbar

Mamuju Bkm—untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk (Apabila zona merah) Pemprov Sulbar melakukan konsolidasi dalam memenuhi tenaga medis.

“Kebijakannya adalah kita ingin manfaatkan SDM di Sulbar, termasuk outsourcing di luar Sulbar,”ujar Idris

Dia menyebutkan, kebutuhan ini sebanyak 40 dokter dan 50 paramedis. Selain itu, mengumpulkan tenaga medis se Sulbar untuk bergabung memusatkan operasi di Mamuju.

“Tempat para dokter dan paramedis itu berkumpul. Termasuk dukungan logistik terhadap para dokter dan paramedisnya,” ungkapnya.
Perekrutan tenaga outsorucing ini dibawah komando RSUD Subar bersama Dinas Kesehatan”..Akselerimya, Gub sudah menyusun dan memfinalkan kebutuhan pembiayaan untuk biaya lembur para petugas kesehatan itu,” ungkapnya.

Dia pun memastikan, dokter dan paramedis tersebut yang akan direkrut atau bertugas penanganan Covid-19 bakal mendapatkan insentif, sebab itu sudah dianggarkan pusat. Perhitungannya , Rp15 perbulan juta untuk dokter ahli, Rp 10 juta perbulan untuk dokter spesialis, sedangna Paramedis Rp7 juta perbulan. Namun di luar itu Pemprov akan menambahkan bentuk insentif lainnya.

“Namun Sulbar sendiri akan memberikan tambahan dukungan lain yang menunjang para dokter spesialis dan ahli ini,” ungkapnya.

Terkait ruang isolasi, pihaknya berpikir alternatif Ketika saya sudah suruh baru sudah harus menampung banyak pasien dan tidak sanggup, maka besar kemungkinan melibatkan perhotelan untuk mengambil peran memenuhi keperluan ruang karantina.

“Semua RS di Sulbar harus menampung, kalau tidak bisa nanti, akan dibuatkan skenario lain, negara bisa memaksa hotel untuk mengalihkan ke hal kemanusiaan,” tegas Idris.

Sementara itu, Direktur RSUD Sulbar Indahwati Nursyamsi melalui Vicon dia menjelaskan terhadap ,kesiapan RSUD Sulbar lanjut Indahwati, di RSUD Sulbar sendiri terdapat enam kamar ruang isolasi. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, telah memungkinkan gedung lama RSUD Sulbar sebagai tempat operasi karantina. “Di Karantina ini ada 16 Kamar, atau 36 tempat tidur,” sebut Indah.

Mengenai SDM, RSUD kini memiliki 40 lebih perawat yang bekerja, sebagaimana kondisi terkini bekerja tiga sift. Untuk dokter, kini terdapat Tiga dokter spesialis, satu dokter radiologi, sisanya kini mencari yang ingin sukarela membantu.



×


Sekrov Sulbar : muh Idris antisipasi kemungkinan terburuk Siapkan Sdm tenaga medis diluar Sulbar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar