GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memaparkan rencana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Pemaparan dilakukan melalui video conference, Selasa (28/4/2020).
Dalam pemaparannya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Gowa ini menjelaskan pokok-pokok penting ketika penerapan PSBB di Gowa.
”Ketika penerapan PSBB di Gowa selain pembatasan yang dapat dilakukan dan tidak sesuai aturan. Yang tidak kalah penting pengamanan PSBB dan jaringan pengaman sosial,” jelas Adnan.
Jaring pengaman sosial mendapat perhatian besar dari Pemkab Gowa. Beragam jenis bantuan yang disiapkan diharapkan dapat terdistrubusi tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan sebelum dimulainya PSBB.
”Jaring pengaman sosial yang ada terdiri dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan yang merupakan program reguler dari Kementerian Sosial. Ditambah lagi bantuan Sembako covid dan Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan juga melalui kementerian sosial. Ada juga yang melalui bantuan langsung tunai dari dana kelurahan dan dana desa juga paket sembako dari APBD Gowa dan Sulsel serta dapur umum,”
urai Adnan.
Selain itu, selama PSBB Pemkab Gowa juga akan memperketat pemeriksaan di perbatasan. Setidaknya ada 13 pos pengamanan akan dibentuk di perbatasan Kabupaten Gowa dengan beberapa kabupaten/kota dan akan dijaga puluhan petugas gabungan.
”Kami bekerjasama dengan Kapolres Gowa dan Dandim 1409 Gowa untuk memastikan pengamanan dan pengawasan berjalan lancar,” tegas Adnan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengaku sangat mengapresiasi paparan rencana pelaksanaan PSBB Kabupaten Gowa. Ia menilai, bupati Gowa sangat rapi dalam menjabarkan rencana aksi Pemerintah Gowa. Bahkan, bupati Bantaeng dua periode ini berharap Kabupaten Gowa menjadi percontohan di Indonesia. (sar/mir)

