BONE, BKM — Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bone Andi Fahsar Padjalangi meminta petugas di lima titik memperketat penjagaan perbatasan masuk wilayah Bone.
Saat menggelar konfrensi pers di ruang Rapim Pemkab Bone baru-baru ini Andi Fahsar menyampaikan perkembangan kasus positif covid-19 di Bone bertambah menjadi tiga orang sesuai hasil swabnya yang baru dikeluarkan tim kesehatan.
Total warga Bone positif berjumlah empat orang, satu orang telah menjalani perawatan di Makassar, dan tiga orang lainnya MF (17), BS (19) dan MA (14).
“Warga Bone yang positif merupakan santri asal Jawa Timur yang baru saja pulang ke Bone,” ujar Andi Fahsar.
Ketiga santri ini diketahui positif setelah hasil pemeriksaan swabnya keluar dan dinyatakan positif, ketiganya terlihat sehat, dan segar bugar, sebelumnya ketiganya juga sempat di rapid test dan hasilnya negatif.
“Petugas medis patut diapresiasi, karena waspada seandainya kami cuek tidak usah di swab lagi, karena hasil rapid tes nya kemarin negatif,”tambahnnya.
Fahsar mengatakan Bone masuk zona merah, namun meski demikian semoga tidak sampai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Hingga kini berdasarkan pantauan tiga santri tersebut sudah berada di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Tenriawaru Bone untuk menjalani isolasi.
Sekedar diketahui ada 18 Santri asal Jawa Timur yang pulang ke Bone. Mereka tiba di Bone sejak 18 April lalu. Sejumlah santri sudah di rapid tes dan hasil negatif sementara hasil pemeriksaan swabnya menunggu, semunya juga telah menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing masing.
Sekretaris PPC 19 Dray Febrianto mengatakan Satgas sudah berada di wilayah warga positif tersebut untuk melakukan upaya upaya pencegahan penyebaran virus covid-19. (*)
Fahsar Minta Perbatasan Diperketat
×

