pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anggaran Tim Medis Corona Cair

MAMUJU, BKM — Direktur RSUD Mamuju dr Titin Hayati mengatakan anggaran insentif tenaga kesehatan telah masuk di rekening RS daerah sejak Mei kemarin. Tapi pembayarannya akan diberikan kepada tenaga kesehatan setelah dilakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap penanganan khusus terkait covid-19. Karena kalau penanganan penyakit umum lainnya tidak termasuk kriteria pemberian insentif .

Insentif tenaga medis dokter spesialis Rp 500 ribu perpasien (terindikasi corona yang telah dipersiapkan untuk 100 pasien, dokter umum/dokter gigi Rp 200 ribu perpasien dipersiapkan untuk 100 pasien. Perawat isolasi dan perawat IGD Rp 100 ribu perpasien untuk 100 pasien, sementara untuk perawat poliklinik, laboratorium, dan tenaga radiologi mendapat insentif Rp 50 ribu perpasien.
Titin menjelaskan, hingga kini pasien yang mendapat penanganan covid-19 sekitar 104 orang sementara pasien yang dilakukan rapid tes 174 orang. Olehnya akan dilakukan verifikasi untuk membayarkan insentif tenaga medis. Jika pada akhirnya anggaran yang disiapkan tidak semua digunakan akibat minimnya pasien yang terindikasi dan mendapat penanganan medis, maka anggaran tersebut akan di kembalikan ke kas daerah.
Sebagai profesi yang bersentuhan langsung banyak orang dengan berbagai jenis gangguan kesehatan, membuat profesi tenaga kesehatan termasuk para perawat menjadi sangat rentan dengan berbagai resiko, terlebih ditengah serangan pandemi corona virus yang belum berkesudahan.
Pemkab Mamuju melalui dinas terkait yakni Dinas Kesehatan dan RSUD Mamuju telah mengalokasikan anggaran untuk insentif guna mengimbangi tanggung jawab tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas utamanya sekaitan penanganan pasien terindikasi corona.
Meski besarannya disesuaikan kemampuan keuangan daerah, tapi sejumlah perawat di RSUD Mamuju mengaku tidak mempersoalkan hal tersebut karena menganggap itu adalah bonus tambahan atas kerja keras mereka,
Salah seorang perawat Hj. Hermawatimengatakan, para perawat di RS daerah justru sedikit terganggu dengan berkembangnya stigma bahwa anggaran penanganan covid-19 “dipermainkan” oleh oknum tertentu. Hal itu dapat menurunkan semangat juang para tenaga kesehatan, pasalnya hingga saat ini berkembangnya issu bahwa anggaran penanganan covid menjadi lahan para tenaga medis untuk mendapat keuntungan itu adalah opini yang cukup mengecewakan.
Olehnya Hermawati mengklaim tenaga perawat di RS daerah telah ikhlas atas apapun yang akan diterima dan tidak ingin mempertanyakan nilai insentif yang telah di alokasikan oleh pemerintah daerah.
Dia menegaskan, tidak ingin mencari kambing hitam atas persoalan yang menurutnya tidak hanya terjadi di Mamuju tentang tudingan permainan anggaran covid. Karena diyakini di RS daerah Kabupaten Mamuju tidak akan melakukan hal demikian. Terlebih akses informasi atas besaran insentif yang akan mereka terima selalu mudah di akses oleh para tenaga kesehatan, belum lagi pengawasan dari lembaga lain yang berkaitan dengan itu. (ala/D)




×


Anggaran Tim Medis Corona Cair

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar