BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali meminta tim medis RS dan Puskesmas untuk tidak membawa anak-anak ke ruang perawatan dan fasilitas kesehatan lainnya selama menjalankan tugas.
“Pemkab bertekad bagaimana bisa menyembuhkan mereka dan mengevakuasi untuk dirawat di Makassar,” ujar Sukri.
Sukri melanjutkan, dari enam Nakes — satu orang adalah dokter dari RSUD dan satu orang adalah dokter Puskesmas Tanete dan empat orang tenaga perawat.
“Ada satu orang anak dari Nakes umur tiga tahun, tapi orang tuanya yang Nakes hasil swabnya negatif. Kemungkinan anak ini terpapar karena sering dibawa ke Puskesmas,” imbuhnya.
Informasi terkait bertambahnya jumlah pasien positif setelah Gugus Tugas Covid-19 Bulukumba menerima hasil swab yang telah diuji di laboratorium di Makassar.
“Hasil swab dari Dinkes Sulsel dai 153 yang uji swab–delapan orang positif,” tandas Ketua Gugus Tugas Covid-19 AM Sukri Sappewali di Kantor Bupati, Senin (8/6).
Petugas yang positif karena konsekwensi dari pengabdiannya sebagai petugas medis sehingga rawan terpapar Covid-19.
“Mari kita berdoa semoga para tenaga medis dan masyarakat yang terpapar bisa segera sembuh,” pintanya.
Kadis Kesehatan Bulukumba dr. Wahyuni menyampaikan setelah adanya tambahan pasien positif tersebut, pihaknya kembali akan melakukan upaya pencegahan penularan seperti penelusuran kontak erat, dan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan.
“Hari ini kami dapat berita yang cukup menyedihkan karena tenaga kesehatan sebagai garda terdepan ternyata terpapar. Namun kasus ini tidak menurunkan semangat kami untuk tetap mengajak tenaga kesehatan dalam upaya penanggulangan dan pencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya. (min/C)
Bupati: Jangan Bawa Anak ke Ruang Perawatan
×

