MENJADI seorang pekerja di lapangan seperti petugas kebersihan, selalu saja ada yang dikorbankan, seperti tidak sepenuhnya bisa mengurus keluarga hingga kehilangan waktu yang banyak untuk keluarga.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Seperti halnya petugas kebersihan Kecamatan Tamalanrea, Yusran Hadafi. Menurut pria berumur 48 itu, menjadi petugas kebersihan adalah pekerjaan pengabdian. Selama bekerja menjadi petugas kebersihan, lingkungan warga tetap terjaga kebersihannya. Ia juga bisa bersyukur dapat menghidupi keluarga dengan gaji yang diberikan pemerintah kepadanya. Meskipun gaji yang diberikan selama ini ternyata tidak sebanding pekerjaannya tiap bulan. Olehnya itu, selepas bekerja, ia kembali memutar otak untuk mencari sampingan lainnya yakni kuli di pasar. Ia menjadi petugas kebersihan tak terasa sudah sekitar 6 tahun ini.
Berbaur dengan hal-hal yang kotor dan bau menyengat dari limbah warga, menjadi makanan sehari-hari buatnya.
“Lumayan bisa tambah-tambah uang beli makan di rumah Rp50-Rp100 ribu sehari, bisa ka pakai untuk membiayai hidupnya sehari-hari.Kalau gaji perbulan kita syukuri mi saja ada mau mempekerjakan saya,” ungkapnya kepada penulis.
Diakui Yusran, bahwa selama ini gajinya menjadi petugas kebersihan digunakan untuk membiayai hidupnya sehari-hari, belum lagi harus memberikan kebutuhan untuk anaknya sekolah. Tak jarang ia juga mengalami kendala saat bekerja, dirinya sering ditegur karena telat datang ataupun sampah yang diangkut berserakan di jalan.
“Sudah biasa, karena pekerjaan ta begitu. Tapi biasa juga sudah selesai ambil disini sampahnya pindah ke tempat lain, ternyata ada saja warga yang buang sampah lagi, padahal sudah bersih,” bebernya.
Mendengar cibiran dan pekerjaanya sering disepelehkan bukan menjadi soal baginya, sebab dirinya merasa dirinya mencari rezeki halal tanpa minta-minta sama orang. “Sering itu tapi saya tidak urus, karena saya cari rezeki yang halal, tidak semua juga mau dan bisa kerja begini,” ucapnya.
Dirinya juga bersyukur di tengah banyaknya suka duka dialaminya tapi ada saja orang baik kepada dirinya yang selalu memberikan uang lebih kepadanya. Ia juga berharap diberikan kesehatan dan rezeki.(ita)

