MAROS, BKM — PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan keringanan pembayaran ke pelanggan rumah tangga (RT) yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni ini.
Kepala PLN Cabang Maros, Ahmad Amirul Syarif kepada wartawan, mengatakan, saat ini tidak semua pelanggan PLN Maros mengalami lonjakan tagihan pada bulan Juni lebih dari 20 persen daripada bulan Mei.
Namun demikian, PLN Maros merilis ada sekitar 181 pelanggan yang masuk kategori lonjakan tagihan hal itu terjadi akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir. Dengan skema tersebut, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.
”Kami berharap kebijakan mengangsur dapat mengurangi keterkejutan pelanggan yang tagihannya tiba tiba meningkat tajam.” ujar Ahmad
.
Menurut dia, kebijakan mengansur sisa tagihan selama tiga bulan dimaksudkan untuk memberikan keringanan terhadap lonjakan tersebut. PLN Maros hingga saat melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan agar kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal.
”Tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” ujar Ahmad.
Diakui Ahmad, selama dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 181 pelanggan yang diprediksikan ada peningkatan karena rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19.
Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata.
Selain itu, PLN juga masih terus melakukan pengecekan ulang terhadap pelaksanaan pemberian subsidi pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil berdaya 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga 900VA bersubsidi.
Pengecekan tersebut dilakukan dari bulan ke bulan, untuk memastikan bahwa stimulus kelistrikan yang diberikan pemerintah tersebut benar-benar tepat sasaran. ”Ini adalah upaya kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan di tengah situasi pandemi yang sulit seperti sekarang,” tutup Ahmad Amirul Syarif. (ari/mir/c)

