MAROS, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Maros meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai pengembangan dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti pada Anak.
Menindaklanjuti gerakan tersebut, guru harus melakukan hal-hal kreatif terkait budaya literasi. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Diknas Maros, H Takdir saat membuka taman baca dan sudut baca di SMPN Tompobulu.
Disebutkan Takdir, salah satu cara membiasakan siswa siswi cinta membaca, maka kepala sekolah bersama guru dan tenaga kependidikan harus menciptakan Pojok Baca di setiap kelas.
Ketersediaan pojok baca disetiap kelas adalah kreativitas guru atau wali kelas yang ingin melihat anak-anak walinya cinta membaca. Dipojok baca telah disediakan buku-buku tentang pendidikan, ilmu pengetahuan lainya, serta karya siswa yang dapat menambah keunikan dan keartistikan.
”Kami yakin para guru dan wali kelas sudah bisa memahami krakter siswanya, sehingga bisa membuat pojok baca yang bisa menarik simpatik anak anak untuk duduk dipojok baca membaca buku-buku yang sudah disediakan,” ujar H Takdir.
Ditambahkan Takdir, gerakan cinta membaca untuk saat ini baru ada beberapa sekolah di tingkat SD dan SMP kami tunjuk untuk menerapkan cinta membaca. Sekolah yang kami tunjuk ini diharapkan bisa berhasil meningkatkan mutu pendidikan hingga sekolah sekolah lainya ditularkan.
”Kalau semua sekolah menerapkan hal ini maka kami berkayakinan mutuh pendidikan di kabupaten Maros akan meningkat,” yakin Takdir dihadapan pengawas, guru dan alumni siswa SMP 24 Tompobulu.
Pada jenjang SD dan SMP guru harus berupaya semaksimal mungkin agar Pojok Baca menjadi magnet untuk menarik siswa membaca. Maka guru harus kreatif menciptakan pojok baca yang menarik dan artistik.
Kemudian pada pojok baca, guru wajib menugaskan siswa untuk membuatnya dengan kreasi mereka. Yang penting setiap kelas ada Pojok Baca yang setiap hari dimanfaatkan. Arahkan untuk melengkapi fasilitas baca dan suasana yang nyaman.
”Pojok baca dibuat bukan untuk menyaingi perpustakaan sekolah. Namun justru membantu perpustakaan sekolah dalam menciptakan gemar membaca dan rutinitas membaca bagi siswa,” kata Takdir. (ar/mir/c)
Diknas Pendidikan Luncurkan Gerakan Literasi Sekolah
×

