PAREPARE, BKM — Himpunan Mahasiswa Indonesia (Hipmi) Parepare menggelar unjuk rasa di Gedung Kejari Parepare, Rabu (8/7) sore.
Setelah sekian lama menunggu kehadiran Kejari untuk menemui mereka tidak berhasil, para mahasiswa pun mulai terpancing. Pengunjuk rasa terlibat saling dengan dorong dengan aparat dari Polresta Parepare yang berjaga-jaga di pintu masuk Kejari.
Koordinasi aksi Chandra dalam orasinya menuntut keadilan atas putusan kasus pemerkosaan yang menimpa Bunga (14) dan kini menjadi perhatian publik karena pelakunya hanya dihukum lima bulan penjara. Chandra dkk menilai ada beberapa kejanggalan pada kasus ini.
”Kami ingin bertemu Kajari agar kasus ini dilanjutkan kasasi, sebagai pengayom jangan buta hukum,” ujar Chandra.
Kabag Ops Polres Parepare Kompol H Muhabar mengatakan sebagai tuan rumah (Kajari) belum bersedia menerima para pengunjuk rasa. ”Kami sudah berusaha agar adik- adik bersabarlah menunggu”. ujar Mantan Kapolsek Ujung ini.
Salah satu Organisasi Kepemudaan Pengurus Cabang Korp PMII Puteri Kota Parepare tidak tinggal diam melihat kasus ini bergulir dan cacat hukum.
Ketua Korp PMII Puteri Cabang Kota Parepare Wiwik Darwis menanggapi kasus ini seakan dimainkan oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Kami dari Kopri Parepare merasa hukum tidak berjalan sesuai alurnya, apalagi pelakunya hanya divonis lima bulan saja,” tanggapnya.
“Kasus ini sebenarnya disembunyikan oleh beberapa pihak aparat hukum dan akhirnya bocor. Kami terus mencari informasi sampai saat ini kenapa vonisnya hanya lima bulan dan malah dapat pelatihan pekerjaan dari Dinas Sosial,”tandas Wiwik.
(mup/C).
Hipmi Demo di Gedung Kejari
×

