MAKASSAR, BKM — Menjadi seorang eksporter itu mudah. Kalau pun ada pihak yang mengatakan menjadi eksporter susah, bisa jadi itu oknum pengepul atau orang suruhan eksporter.
Karena mereka kuatir kalau masyarakat sampai mengetahui seluk beluk ekspor yang ternyata mudah, maka mereka akan kehilangan sumber untuk mendapatkan barang untuk diekspor.
”Jadi selama beberapa hari ini, kami gencar melakukan roadshow ke sejumlah tempat di Sulsel untuk mensosialisasikan program Export Assistance. Dimana, dalam sosialisasi ini kami memberikan pemahaman dan mendorong masyarakat untuk menjadi seorang eksporter. Selama sosialisasi berlangsung, respon peserta yang kebanyakan adalah mahasiswa dan millenial, memberi respon yang cukup besar dengan kegiatan ini. Banyak di antara mereka baru tahu kalau untuk melakukan ekspor mudah. Tidak sulit seperti yang didengarnya selama ini,” kata Kepala Seksi PKC II, Adeltus Lolok pada acara media breafing yang berlangsung di Hi.Malis Makassar, Rabu (29/7). Kegiatan ini dimoderatori Satria Yudhatama, Kepala Seksi PLI.
Export Assistance ini sendiri, seperti disampaikan Eva Arifah Aliyah, Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, adalah program yang dibentuk untuk mendorong peran aktif Kantor Pelayanan Bea dan Cukai TMP B Makassar dalam peningkatan kegiatan ekspor di Sulawesi Selatan.
Program yang secara langsung ditujukan kepada masyarakat agar mengetahui dan dapat melakukan kegiatan ekspor. Program ini diharapkan mampu memunculkan eksporter-eksporter baru dan/atau menjadi pemicu munculnya industri-industri baru berbasis ekspor di daerah.
Selain itu, kata Eva, program ini juga bertujuan memetakan potensi komoditas ekspor masing-masing daerah di Sulawesi Selatan. Khususnya yang berada di wilayah kerja Bea Cukai Makassar. Sebagai langkah awal, telah dilaksanakan seri edukasi export assistance online series I dengan tagline Ekspor Itu Mudah yang menyasar masyarakat secara umum.
Tujannya adalah memberikan pengetahuan praktis langkah-langkah mudah menjadi eksporter. Sehingga masyarakat bisa melihat bahwa proses ekspor tidaklah sulit. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dalam lima sesi pertemuan dengan rata-rata peserta di atas 110 orang persesi.
Pemateri adalah pegawai Bea Cukai Makassar yang secara bergantian membawakan 14 materi yang dibagi ke dalam lima tema besar, yaitu pengenalan kegiatan ekspor, menyiapkan kegiatan ekspor, mengenal proses bisnis pengiriman barang ekspor, legalitas eksporter, dan fasilitas fiskal.
”Kegiatan export assistance online series II selanjutnya menyasar kalangan muda khususnya mahasiswa. Kegiatan ini fokus memberikan informasi peluang ekspor kepada mahasisswa. Sehingga mereka dapat mengambil peran dalam mendukung kegiatan ekspor, baik sebagai eksporter maupun sebagai katalisator ekspor di daerah asal masing-masing,” jelas Eva Arifah Aliyah.
Saat ini kegiatan telah dilaksanakan bersama didua kampus, yaitu IKB Nitro dan UNM dan akan terus berlanjut bersama kampus-kampus lain di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan lebih padat dalam satu hari dengan tiga materi utama, yaitu peluang ekspor dan perdagangan internasional, menyiapkan produk ekspor dan menemukan pembeli, serta legalitas eksporter. (mir)
Bea Cukai Makassar Dorong Masyarakat Jadi Eksporter
Roadshow ke Daerah Sosialisasikan Program Export Assistance
×

