POLITISI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tana Toraja Johanis Lintin Paembongan kembali menyoroti pembelian 30 android Satgas Covid d-19 Tana Toraja.
Johanis yang juga Ketua DPC PDIP Tana Toraja ini menjelaskan jika pembelian android Satgas Covid-19 tidak relevan dengan Tupoksi Satgas dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan.
“Pembelian android seharga Rp1,7 juta perunit bersama kartu perdana hanya gaya dan mubazir, sebab penanggulangan Covid seperti jaring pengaman sosial (JPS) sasarannya warga kurang mampu dan tidak berpenghasilan lantaran aktivitas dibatasi,”ujar Johanis, Selasa (25/8).
Menurut Johanis yang juga Wakil Ketua DPRD Tana Toraja ini, sangat kontroversi penganggaran pengadaan android dengan tiga item penanggulangan Covid-19 seperti bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.
“Salah sasaran pengangaran Covid-19 Tana Toraja melalui OPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pembelian HP untuk dibagi ke beberapa OPD, Puskesmas, serta bupati, dengan dalih permudah komunikasi dan kordinasi, apalagi instruksi bupati,”jelasnya.
Johanis mengingatkan bila semua kegiatan anggaran Covid-19 Tana Toraja ditengarai boros, dan mubazir, aparat penegak hukum dan auditor didesak segera melakukan penyelidikan, “Iya, sebab anggaran Covid-18 Tana Toraja terbesar dari 24 kabupaten-kota di Sulawesi Selatan,”pungkas Anis-panggilan akrab Johanis. (gus/rif/c).
Sorot Pembelian Android Satgas Covid-19 Tana Toraja
×

