MAKALE, BKM — Langkah Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae yang sujud saat menyambut kedatangan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ketika kunjungan kerja (Kunjer)
di Toraja Air Port, , Senin (24/8) lalu terus menuai kritik.
Kali datang dari pemangku adat To Parengnge dari Tongkonan To’ kaluku, Mengkendek Yohana Masarrang.
Saat ditemui Rabu (26/7), Yohana mengatakan sikap Bupati Nico bersimpu dengan tangan didada menyambut Gubernur Nurdin Abdullah dinilainya sangat berlebihan.
Menurut Yohana, bisa saja warga bukan orang Toraja menilai sikap Nico adalah bagian dari tradisi atau budaya suku Toraja.
Namun faktanya sujud bukan bagian dari adat suku Toraja melainkan membungkuk yang merupakan sikap santun untuk menghormati orang yang lebih tua atau lebih tinggi derajatnya.
Seharusnya Bupati jelas Yohana sadar saat menjemput Gubernur sedang mengenakan pakaian kebesaran bangsawan (Kapuangan) Toraja bangga sebab dihargai semua orang karena salah satu identitas, atau jati diri Suku Toraja.
”Saya, Yohana Masarrang, pemangku adat (Toparengnge’) dari Tongkonan To’kaluku Mengkendek dimana Nico Biringkanae juga keturunan Puang Rongka dari Tongkonan berharap beliau segera memberikan klarifikasi terkait sikapnya itu entah sengaja atau tidak,” tegas Yohana.
Yohana khawatir sikap Nico bisa menjadi stigma dan image negatif bagi Suku Toraja dan juga bisa dijadikan bahan untuk black campaign. (gus/C)
Pemangku Adat Desak Nico Lakukan Klarifikasi
×

