MAMUJU, BKM — Pemprov Sulbar mencanangkan Program Tangani Total Anak Tidak Sekolah (Portal-ATS) di Sulbar, Senin (31/8) sekaligus dilaunching Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar ditandai peletakan tangan pada layar monitor scanner. Hadir Sekprov Sulbar, Muhammad Idris dan unsur Forkopimda Sulbar di ruang Auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar.
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, portal-ATS merupakan upaya kongkrit dalam rangka mewujudkan Sulbar yang maju dan malaqbi, dengan memastikan semua anak warga Sulbar yang berusia sekolah dapat menikmati layanan pendidikan yang layak dan tanpa halangan.
Ali Baal menekankan, untuk mendukung program tersebut diperlukan data akurat mengenai kondisi pendidikan anak, dengan melakukan pendataan di setiap desa/kelurahan dengan menerapkan Sistem Informasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (SIPBM).
“Pola SIPBM yang telah dilaksanakan dibeberapa daerah terbukti efektif menghasilkan data pendidikan akurat. Untuk itulah, kita mencanangkan Portal-ATS di Sulbar yang dimulai di desa lokasi khusus Program Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa),”kata Ali Baal
Ali menambahkan penanganan anak yang tidak bersekolah sudah pernah dilaksanakan di Polewali Mandar saat dirinya menjabat sebagai bupati di kabupaten tersebut pada 2012-2013. Program itu dikenal dengan nama Pengembalian Anak ke sekolah.
“Saat saya sebagai Bupati Polewali Mandar, melalui program itu berhasil menjaring lebih dua ribu anak usia SD, SMP dan SMA yang tidak bersekolah atau putus sekolah karena berbagai faktor dan bisa bersekolah kembali,” jelas Ali.
Ali berpesan kepada semua OPD terkait tingkat Sulbar, supaya saling mendukung pelaksanaan Portal-ATS itu agar bisa berjalan sesuai yang diharapkan.
Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ali Baal berharap, agar memberi perhatian untuk kelancaran proses pembelajaran para peserta didik di masa pandemi Covid-19 dan diminta mencarikan solusi alternatif pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan.
“Lakukan pendataan dan penelusuran, pastikan bahwa tidak ada anak yang putus sekolah dengan berbagai alasan karena dampak pandemi. Misalnya, karena jangkauan internet yang terbatas dan menjadi kendala pembelajaran online atau karena tidak punya paket data yang memadai dan penyebab lainnya,” jelas Ali.
Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian PPN/Bappenas RI, Amich Alhumami melalui video conference menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Pempov Sulbar atas dilaunchingnya program itu. Menurutnya, hal itu sebagai ikhtiar yang sangat baik di dalam menanggulangi masalah kesenjangan sosial terkait upaya peningkatan pelayanan pendidikan anak usia sekolah untuk usia 7-18 tahun.
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan program yang dilaunching tersebut sebenarnya merupakan amanah yang sudah lama dicanangkan pemerintah. Namun hal itu menjadi signifikan dilakukan, dengan melihat situasi ATS di Sulbar yang sangat memprihatinkan dengan menduduki posisi tertinggi di regional Sulawesi.
“Data situasi ATS di regional Sulawesi dengan usia 7-18 tahun, memperlihatkan Sulbar sebagai provinsi tertinggi dengan angka 32,6 ribu jiwa atau 10,25 persen dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa. Melihat data ini kondisi ATS di Sulbar sangat miris,”ucap Idris
Melalui Portal-ATS upaya penanganan permasalahan tersebut sangat relevan untuk di hidupkan kembali di Sulbar sebagai wujud kepedulian provinsi terhadap kualitas pendidikan di Sulbar. (ala/D

