MAKASSAR, BKM–Pandemi Covid 19 masih menjadi kekhawatiran semua warga. Sementara tahapan pilkada 2020 sudah mulai digelar. Banyak yang menilai hal ini bisa menjadi masalah.
Persoalan ini menjadi salah satu yang dibahas pada acara dialog kebangsaan yang digelar beberapa aktivis di Makassar, Sabtu (5/5/2020).
Acara ini dihadiri beberapa narasumber mulai dari akademisi hingga tokoh agama.
Kapuslitbang Konflik, Demokrasi, Hukum dan Humaniora LPPM Universitas Hasanuddin, Dr Sakka Pati mengatakan hampir seluruh dunia mendapatkan musibah dan berdampak sangat luas ini menjadi persoalan karena masyarakat menilai wabah ini antara ada dan tiada.
Menurutnya, pandemi Covid-19, tidak hanya mengancam kesehatan, tetali juga ekonomi, politik dan telah mengganggu harmonisasi kehidupan berbangsa.
“Kita tidak ingin melihat adanya perbedaan yang justru semakin melemahkan jalanya pemerintahanm kita harus bersama menguatkan pemerintah untuk keluar dari ujian Covid-19,” kata dosen Fakultas Hukum Unhas ini.
Sementara itu, tokoh agama, Abdul Wahid mengatakan saat ini penanganan Covid-19 masih pro kontra di masyarakat. Untuk itu perlu edukasi secara terus menerus untuk menjaga stabilitas politik.
“Mari kita kompak seluruh komponen bangsa bahwa untuk mengatasj masalah yang dihadapi bangsa kita harus bersinergi, Tanpa kekompakan maka yakin muncul dirharmonisasi bangsa,” papar Wahid.
Ketua NU kota Makassar, KH Kaswad Sartono yang juga tampil pada dialog ini menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial, politik dan kehidupan beragama selama perhelatan pilkada 2020. (*)

