MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar belum menerbitkan surat keputusan (SK) untuk pengurus DPD I Golkar Sulsel.
Akibatnya, hal ini dapat merugikan para kader yang diusung pada pemilihan wali kota (pilwali) makassar dan pemilihan bupati (pilbup) yang ada di 11 daerah.
Untuk itu, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel mendesak agar Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk menganulir hasil musyawarah daerah (musda) Agustus lalu agar kali ini menggelar musda luar biasa.
Hal ini disampaikan puluhan anggota AMPG saat menggelar aksi demonstrasi di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel Jalan Botolempangan, Makassar, Senin (21/9).
Kordinator lapangan Rahmad Azhari kecewa dengan cara dan sikap Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel yang lamban menyelesaikan berbagai persoalan diinternal partai berlambang pohon beringin rindang ini.
“Ketua terpilih tidak mampu melakukan rekonsiliasi internal Golkar Sulsel dan tidak bisa membesarkan partai,”ujar Rahmad.
Ia menuturkan, sejak TP terpilih di musda ke X telah diperintahkan membentuk kepengurusan selama 1 minggu bersama empat formatur lainnya. Akan tetapi, hingga terhitung 44 hari ini komposisi personalia kepengurusan belum juga rampung, akibatnya bisa berdampak pada usungan Golkar di daerah.
“Kami melihat bahwa Ketua terpilih hanya berjalan sendiri dalam penyusunan struktur pengurus Golkar Sulsel tanpa melibatkan formatur diantaranya perwakilan DPP, perwakilan DPD II dan perwakilan Hasta Karya sesuai dengan amanah Musda Golkar Sulsel,” tegasnya. (rif)
Golkar Sulit Bersatu di Pilwali Makassar
AMPG Desak Airlangga Hartarto Gelar Musda Ulang
×

