MAROS, BKM — Untuk menjaga keamanan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), Polres Maros mengajak masyarakat menciptakan suasana kondusif, baik pada aktivitas di dunia nyata maupun maya.
Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon, pada acara peluncurkan pogram DASI atau Dai Siber Indonesia, mengatakan, para dai, ulama, dan penyuluh agama sengaja dilibatkan untuk membantu menjaga suasana yang kondusif jelang Pilkada.
”Karena kami yakini, para dai itulah sangat besar perananya dalam membentuk karakteristik masyarakat. Mereka adalah panutan dan pemimpin. Suara mereka dari mimbar sangat didengar dan diikuti. Para tokoh agama kita ini juga yang punya posisi strategis dalam upaya memperkokoh sendi-sendi etika, moral, dan spiritual,” ujar Kapolres AKBP Musa Tampubolon.
Harapan Kapolres begitu besar, agar masyarakat yang sebagian juga adalah warganet, semakin bijak dalam unggahan media sosial, santun, dan menyejukkan. Untuk menyukseskan program ini, para dai, ulama, dan penyuluh agama yang berjumlah 50 orang terlebih dahulu dibekali tambahan pengetahuan tentang internet.
Era internet, kata Kapolres, mampu menghadirkan berbagai kemudahan. Membawa banyak manfaat sosial ekonomi. Namun, ruang lebar di dunia digital juga menjadi celah beredarnya informasi atau berita-berita bohong.
”Data Kemenkominfo semester pertama tahun 2020, ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu,” kata Kapolres.
Ia menyebut internet telah salah dimanfaatkan oknum tertentu untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya. Dengan cara menyebarkan konten-konten negatif yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Makanya, Dai Siber diyakini mampu menyuntikkan energi positif. Sebab, pesta demokrasi itu benar-benar sudah dekat. Even yang mesti dilalui dengan riang gembira, damai, dan aman. (ari/c)
Polres Gandeng Ulama Perangi Hoaks dan Kejahatan Siber
×

