JAKARTA, BKM — Saham bank-bank pelat merah tampaknya menjadi incaran investor pada perdagangan hari ini, Rabu (30/9). Langkah Menteri Keuangan menambah penempatan dana pada empat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya menjadi perhatian investor.
Di sejumlah grup WhatsApp dan Telegram, kabar ini ramai dibagikan pelaku pasar. Padahal, harga keempat saham bank BUMN tersebut, terkoreksi kemarin. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) drop 1,62 persen ke level Rp3.040 per unit.
Lalu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,46 persen ke harga Rp5.075 per unit. Demikian pula saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terkoreksi 0,46 persen ke level harga Rp4.510 per unit. Begitu pula saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) drop 0,42 persen ke level harga Rp1.195 per unit.
Kemarin tersiar kabar, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati kembali menambah penempatan dana di Himpunan Bank Negara (Himbara). Kali ini dana ditambahkan sebesar Rp17,5 triliun setelah pada tahap I ditempatkan Rp30 triliun.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari, membenarkan hal tersebut. Sehingga saat ini total penempatan dana di Himbara menjadi Rp47,5 triliun.
”Betul, penempatan dana ke Himbara telah diperpanjang dan telah dilakukan penempatan ditahap 2 sehingga sekarang total menjadi Rp47,5 triliun,” ujarnya seperti dikutip dari salah satu media nasional, kemarin.
Ia menjelaskan, untuk penempatan kali ini jangka waktu yang diberikan juga lebih lama. Dimana kali ini lebih dari tiga bulan seperti ditahap I. ”Tenor untuk 4 bank Himbara 110 hari atau 3 bulan + 20 hari karena mempertimbangkan kondisi akhir tahun 2020 dan cuti bersama,” jelasnya.
Dengan jangka waktu ini, maka jatuh tempo penempatan dana oleh pemerintah di Himbara ini akan berakhir pada 13 Januari 2021. Secara rinci, tambahan penempatan dana sebesar Rp17,5 triliun tersebut diberikan kepada Bank Mandiri Rp5 triliun, Bank BRI Rp5 triliun, Bank BNI Rp2,5 triliun, dan Bank BTN Rp5 triliun. (int)

