MAKASSAR, BKM–Kampanye dialogis yang dilakukan calon wali kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya tetap dihadiri sejumlah Ketua RT dan Ketua RW.
Tak hanya ide, keluhan dari RT/RW juga datang dari Ketua RW 01 Kel. Bulurokeng, Rahman Dg. Raga, ia mengatakan bahwa semenjak Danny Pomanto tidak lagi menjabat sebagai wali kota saat ini, masyarakat sangat merasakan pelayanan publik yang tidak maksimal.
“Saya harus sampaikan bahwa sekarang terkadang masyarakat merasa sulit setiap ada urusan yang berhubungan dengan Pemkot Makassar, itu setelah pak Danny bukan lagi wali kota,”ungkap Rahman Dg. Raga, Selasa (6/10).
Banyak masyarakat yang mengeluh, terkadang dirinya sebagai ketua RW menyayangkan ketika ada warga yang harus bolak balik kantor lurah dan camat untuk mengurus kelengkapan administrasi, termasuk ketika ada keluhan warga soal lampu jalan, itu susah sekali komunikasinya apalagi pelayananya.
Menjawab keluhan warga, Danny mengatakan, bahwa hari ini kunjungannya di 5 Kecamatan dalam mendengar aspirasi warga. Bahwa persoalan yang dirasakan warga itu hampir semua sama.
“Keluhan-keluhan warga itu hanya karena tidak adanya kepedulian sehingga kepentingan dan kebutuhan masyarakat itu terabaikan. Olehnya kami dari Adama tidak mau berjanji tapi menawarkan solusi melalui program dan melibatkan masyarakat langsung, “kata Dannya.
Di Kelurahan Untia, Danny juga mendapat saran dari para ketua RT dan RW. Buhari salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua RW 05 berdialog dengan Danny.
“Kami tertarik dengan program Pak Danny, tapi tidak ada gunanya program kalau tidak kita pilih nomor satu, mengawali dialognya. Luar biasami apa yang telah naberikanki pak Danny, ada lorong garden, ada lisa itu sangat menantang bagi kami sebagai RW dan RT tapi sekarang tenamo (tidak ada lagi),” ujar Buhari di sambut teriakan Adama oleh warga.
Sementara itu Ibu Jamrud menyampaikan agar kiranya kerinduan majelis ta’lim Kelurahan Untia bisa terwujudkan. “Saya hanya menyampaikan pak agar Penasehat Wali Kota dikembalikan fungsinya, karena sekarang tidak berarti lagi dimata pemerintah, apa lagi majelis ta’lim Untia kami rindu pengajian lorong untuk itu mohon diaktifkan kembali karena sekarang tidak adami pengajian lorong lagi pak,” beber Jamrud.
Danny mengaku senang kembali masuk ke Untia, kanal dan taman-taman sudah keliatan. “Dan alhamdulillah dijaman saya menjadi perjuangan kemarin dan semua sudah selesai, termasuk jalan sampai kesini, Untia itu Masa Depannya Kota Makassar, untuk soal air insya Allah kami akan bantu,” kata Danny.
Dalam kampanye, protol kesehatan juga menjadi perhatian, warga yang hadir diwajibkan memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. (jun/rif)
Danny Terima Masukan dari Ketua RT dan RW di Bulurokeng
×

