SIDRAP, BKM–Wujud pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen di lingkup Universitas Fajar (UNIFA) telah berbuah hasil.
Bersama tim dosen diantaranya Irwan Paserangi, S.Pd, MT, Dr Mulyadi Hamid, Prof Mulyadi Nursi, berhasil melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul pengabdian: PPDM Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan di Kabupaten Sidrap.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIFA ini telah terlaksana dengan baik di tengah-tengah covid-19 yang dikondisikan.
Permasalahan utama dalam PPDM Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan ini seperti masih rendahnya keterampilan yang dimiliki peternak dalam budidaya itik pedaging, kemampuan untuk membuat atau mengembangkan pembibitan itik masih kurang, tidak ada pengetahuan dan keterampilan membuat alat penetas telur itik, manajemen kandang dan sanitasi lingkungan yang masih rendah, pengelolaan pascapanen hanya dijual saja, dan pemasarannya masih local, penguatan kelompok dan manajemen usaha masih rendah, dan pengelolaan masih bersifat semi insentif, dan dilaksanakan dalam bulan Ramadhan dan pada masa pandemi.
Permasalahan utama dalam PPDM Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan ini seperti masih rendahnya keterampilan yang dimiliki peternak dalam budidaya itik pedaging, kemampuan untuk membuat atau mengembangkan pembibitan itik masih kurang, tidak ada pengetahuan dan keterampilan membuat alat penetas telur itik, manajemen kandang dan sanitasi lingkungan yang masih rendah, pengelolaan pascapanen hanya dijual saja, dan pemasarannya masih local, penguatan kelompok dan manajemen usaha masih rendah, dan pengelolaan masih bersifat semi insentif, dan dilaksanakan dalam bulan Ramadhan dan pada masa pandemi.
“Banyaknya masalah yang kami hadapi, maka kami hanya memprioritaskan beberapa masalah seperti rendahnya kemampuan dan keterampilan budidaya ternak itik yang dimiliki, Masih lemahnya manajemen usaha dan penguatan kelompok, pengadaan bibit masih didatangkan dariluar, belum ada usaha yang dilakukan dalam memproduksi bibit itik, belum ada keterampilan membuat pakan ternak dengan teknologi tepat guna, belum adanya pengolaan limbah ternak, perbaikan kandang dan sanitasi,”jelas Irwan Paserangi, S.Pd, MT.
Pelaksanaan ternak itik ini kami harapkan mampu memberikan manfaat khususnya peternak bebek yang lebih meningkatkan ternaknya khususnya dalam hal manajemen keuangan, kewirausahaan, pembuatan pakan ternak dan variasi produk.
” Peternak sudah mulai menghitung perencanaan kedepan dan memperluas usaha pemasarannya.Peternak juga sudah memulai menggunakan pakan ternak yang dibuat sendiri guna mengurangi penggunaan pakan ternak dari pelet,”ujarnya.(rls)

