MAKASSAR, BKM–Dampak pandemi virus corona memukul perusahaan transportasi tak terkecuali Perusahaan Umum (Perum) Damri. Bahkan perusahaan pelat merah ini harus mengambil kebijakan untuk menutup sementara sejumlah armada bus rapid transit (BRT).
Apalagi, Damri sebagai moda transportasi darat terdampak dari kebijakan social distancing dan physical distancing. Kebijakan yang ditindaklanjuti dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah, sekaligus penutupan lokasi wisata telah membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah.”Kita telah mengurangi armada kita beroperasi hingga 50 persen. Ini meminimalisir penyebaran covid di dalam bus,” tegas Manajer Keuangan Perum Damri, Mansyur Usman, Kamis (22/10).
Mansyur juga mengakui, selain kerugian akan sepinya penumpang yang menyebabkan pendapatan makin berkurang serta pengeluaran membengkak membuat Perum Damri melakukan langkah-langkah menghentikan sementara sejumlah bus.”Pendapatan mengalami penunurunan drastis sampai 80 persen bahkan hampir 100 persen. Kita berharap semoga pandemi ini cepat berlalu agar aktivitas usaha bisa kembali normal,”ketanya.
Sementara itu, Irma salah seorang warga kota mengaku, takut naik BRT karena ancaman virus corona.”Kita takut kumpul kumpul dalam bus, sehingga lebih baik naik grab atau gojek,”singkat Irma.(*)
Pandemi Covid, Penurunan Penumpang BRT Hingga 80 Persen
×

