Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (Humanika) Universitas Hasanuddin, kembali mengadakan kegiatan wajib tahunan yaitu Phinisi VI.
Namun tahun ini terjadi perbedaan yang sangat besar dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini karena adanya pandemi kegiatan ini diadakan full daring sejak awal pendaftaran hingga pengumumannya.
Pada Sabtu (7/11/2020) Humanika menggelar final presentasi untuk 10 besar tim yang telah lolos ke tahap final. Kegiatan ini dibuka Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Unhas, Dr Ir Rohmiyatul Islamiyati MP.
Adapun 10 tim yang memaparkan karya tulisnya berasal dari tim Universitas Hasanuddin (Fakultas Farmasi dan Fakultas Peternakan), Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana dan Universtas Palangkaraya.
Ke-10 tim memaparkan karya tulisnya di hadapan tim juri yang terdiri dari M. Fadhlirrahman Latief, S.Pt. M. Si., Jamilah, S. Pt., M. Si, dan Dr. Hasbi S.Pt., M. Si.
Diskusi berlangsung lancar hingga akhir kegiatan. Peserta begitu antusias dalam memperesentasikan karya tulis mereka.
Peserta juga mendapatkan pengetahuan baru dari setiap juri yang menilai karya tulis mereka.
Ketua Humanika Unhas, Endah Dwi Ningrum Sasmito mengatakan, kegiatan Phinisi ini sangat bermanfaat bagi para peserta. Untuk itu, ia berharap, Phinisi tahun ini tetap menghasilkan karya tulis berkualitas walaupun dilakukan secara daring.
“Beberapa sub tema yang diangkat pada Phinisi tahun ini di antaranya tentang Kesehatan Ternak dan Pangan dan Lingkungan dan Energi.
“Pengumuman finalis akan diumumkan bersamaan dengan kegitan Webinar Nasional Phinisi pada tanggal 12 November 2020 nanti,” katanya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Peternakan, Prof Dr Ir Jasmal A Syamsu menyampaikan bahwa kegiatan Phinisi ini merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan oleh Humanika dalam skala nasional.
“Kami mendorong dan selalu menfasilitasi mahasiswa khususnya organisasi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan skala nasional baik dalam bentuk penalaran ilmiah, serta pengembangan bakat dan minat,” kata Prof Jasmal.(*)

